Page 100 - Kelas_12_SMA_Sejarah_Indonesia_Semester_1_Siswa_2016
P. 100

3.   Pembebasan Irian Barat

                  Salah satu isu politik luar negeri  yang terus  menjadi  pekerjaan rumah
              kabinet RI adalah masalah Irian Barat. Wilayah ini telah menjadi bagian RI
              yang diproklamasikan sejak 17 Agustus 1945. Akan tetapi dalam perundingan
              KMB tahun 1950 masalah penyerahan Irian Barat     ditangguhkan satu tahun
              dan berhasil  dicapai  dalam  suatu kompromi  pasal  di  Piagam  Penyerahan
              Kedaulatan yang berbunyi:

                  “Mengingat   kebulatan  hati  pihak-pihak  yang   bersangkutan  hendak
                  mempertahankan asas supaya semua perselisihan yang mungkin ternyata kelak
                  atau timbul diselesaikan dengan jalan patut dan rukun, maka status quo Irian
                  (Nieuw Guinea) tetap berlaku seraya ditentukan bahwa dalam  waktu setahun
                  sesudah tanggal  penyerahan kedaulatan kepada Republik  Indonesia Serikat
                  masalah kedaulatan Irian akan diselesaikan dengan jalan perundingan antara
                  Republik Indonesia Serikat  dan Kerajaan  Nederland”. (Piagam Penyerahan
                  Kedaulatan, dalam   Notosoetardjo, Dokumen-dokumen Konperensi    Medja
                  Bundar: Sebelum, Sesudah dan Pembubarannya, Pustaka Endang, 1956)

                  Upaya  yang dilakukan sesuai   dengan piagam    penyerahan kedaulatan
              adalah melalui konferensi  uni yang dilakukan secara bergilir di Jakarta dan
              di Belanda. Namun upaya penyelesaian secara bilateral ini telah mengalami
              kegagalan dan pemerintah    kita  mengajukan permasalahan ini   ke  Sidang
              Majelis  Umum    PBB. Namun upaya-upaya      diplomasi  yang dilakukan di
              forum PBB terus mengalami kegagalan. Indonesia pun kemudian mengambil
              jalan diplomasi  aktif dan efektif yang puncaknya  dilakukannya  Konferensi
              Asia  Afrika. Langkah ini  cukup efektif  dalam  menggalang kekuatan untuk
              menyokong perjuangan diplomasi     Indonesia  di  tingkat  internasional  yang
              memaksa   Belanda  melunakkan sikapnya  dan mau berunding bilateral  untuk
              menyelesaikan permasalahan Irian.
                  Karena  jalan damai  yang telah ditempuh selama  satu dasa  warsa  tidak
              berhasil mengembalikan Irian Barat, pemerintah Indonesia memutuskan untuk
              menempuh jalan lain. Upaya ini telah dilakukan Indonesia sejak tahun 1957,
              jalan lain yang dilakukan adalah melancarkan aksi-aksi   pembebasan Irian
              Barat, dimulai pengambilalihan semua perusahaan milik Belanda di Indonesia
              oleh kaum buruh. Untuk mencegah anarki, KSAD, Nasution, mengambil alih
              semua  perusahaan milik Belanda   dan menyerahkannya   kepada  pemerintah.
              Hubungan Indonesia-Belanda     semakin memuncak      ketegangan pada    17
              Agusus  1960, ketika  Indonesia  akhirnya  memutuskan hubungan diplomatik
              dengan pemerintah Kerajaan Belanda.








              92    Kelas XII SMA/MA
   95   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105