Page 261 - Kelas_12_SMA_Sejarah_Indonesia_Semester_1_Siswa_2016
P. 261

KESIMPULAN
                     1.   Kebijakan Politik  Luar  Negeri  Indonesia adalah bebas  aktif.
                         Bebas maksudnya tidak terikat pada blok tertentu, sedangkan
                         aktif berarti selalu ikut serta dalam upaya perdamaian dunia.
                     2.   Konsep bebas  aktif  lahir  ketika dunia tengah berada dalam
                         pengaruh dua blok utama setelah selesainya Perang Dunia ke
                         II, yaitu Blok Amerika Serikat dan Blok Uni Soviet.

                     3.   Keikutsertaan Indonesia dalam upaya perdamaian dunia antara
                         lain tercermin dari  pengiriman Pasukan Misi     Perdamaian
                         Gar  ke  wilayah-wilay  konlik  di  dunia.

                     4.   Indonesia juga menjadi   pelopor  atau pendiri   organisasi-
                         organisasi antarbangsa seperti Gerakan Non Blok, ASEAN dan
                         Konferensi Asia Afrika.











                     LATIH UJI KOMPETENSI
                     1.   Jelaskan tentang latar  belakang lahirnya politik  luar  negeri
                         bebas aktif Indonesia!

                     2.   Apa persamaan dan perbedaan Konferensi     Asia Afrika dan
                         Gerakan Non Blok?

                     3.   Jelaskan tentang proses pembentukan ASEAN!
                     4.   Jelaskan perbedaan antara kebijakan politik     luar  negeri
                         Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin dengan masa Orde
                         Baru!
                     TUGAS

                     Buat peta dunia!

                     Tunjukkan dalam     peta tersebut  lokasi-lokasi  di  mana Misi
                     Perdamaian Garuda pernah ditempatkan. Beri penjelasan singkat !










                                                                        Sejarah Indonesia
                                                                                            253
   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265   266