Page 58 - Kelas_11_SMA_Sejarah_Indonesia_Semester_1_Siswa_2016
P. 58
3. Sistem Kepercayaan
Sebagai manusia yang beragama tentu kamu sering
mendengarkan ceramah dari guru maupun tokoh agama. Dalam
ceramah-ceramah tersebut sering dikatakan bahwa hidup hanya
sebentar sehingga tidak boleh berbuat menentang ajaran agama,
misalnya tidak boleh menyakiti orang lain, tidak boleh rakus, bahkan
melakukan tindak korupsi yang merugikan negara dan orang lain.
Karena itu dalam hidup ini manusia harus bekerja keras dan berbuat
sebaik mungkin, saling tolong menolong. Kita semua mestinya takut
kepada Tuhan Yang Maha Esa bila berbuat dosa karena melanggar
perintah agama, atau menyakiti orang lain.
Nenek moyang kita mengenal kepercayaan kehidupan setelah
mati. Mereka percaya pada kekuatan lain yang maha kuat di luar
dirinya. Mereka selalu menjaga diri agar setelah mati tetap dihormati.
Berikut ini kita akan menelaah bagaimana sistem kepercayaan
manusia zaman pra-aksara, yang menjadi nenek moyang kita.
Perwujudan kepercayaannya dituangkan dalam berbagai bentuk
diantaranya karya seni. Satu di antaranya berfungsi sebagai bekal
untuk orang yang meninggal. Tentu kamu masih ingat tentang
perhiasan yang digunakan sebagai bekal kubur. Seiring dengan bekal
kubur ini, pada zaman purba manusia mengenal penguburan mayat.
Pada saat inilah
manusia mengenal
sistem kepercayaan.
Sebelum meninggal
manusia menyiapkan
dirinya dengan
membuat berbagai
bekal kubur, dan
Sumber: Direktorat Geografi Sejarah. 2009. Atlas Prasejarah
Indonesia. Jakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. juga tempat
Gambar 1.21 Menhir yang ada di Limapuluh Koto penguburan
50 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Edisi Revisi Semester 1

