Page 63 - Kelas_11_SMA_Sejarah_Indonesia_Semester_1_Siswa_2016
P. 63

1.   Antara Batu dan Tulang


                      Peralatan pertama yang digunakan oleh manusia purba adalah
                 alat-alat dari batu yang seadanya dan juga dari tulang. Peralatan ini
                 berkembang pada zaman Paleolitikum atau zaman batu tua. Zaman
                 batu tua ini bertepatan dengan zaman Neozoikum terutama pada
                 akhir zaman Tersier dan awal zaman Quartair. Zaman ini berlangsung
                 sekitar 600.000 tahun yang lalu. Zaman ini merupakan zaman
                 yang sangat penting karena terkait dengan munculnya kehidupan
                 baru, yakni munculnya jenis manusia purba. Zaman ini dikatakan
                 zaman batu tua karena hasil kebudayaan terbuat dari batu yang
                 relatif masih sederhana dan kasar. Kebudayaan zaman Paleolitikum
                 ini secara umum ini terbagi menjadi Kebudayaan Pacitan dan
                 Kebudayaan Ngandong.


                      a.    Kebudayaan Pacitan
                      Kebudayaan ini berkembang di daerah Pacitan, Jawa Timur.
                 Beberapa alat dari batu ditemukan di daerah ini. Seorang ahli,
                 von Koeningwald dalam penelitiannya pada tahun 1935 telah
                 menemukan beberapa hasil teknologi bebatuan atau alat-alat dari
                 batu di Sungai Baksoka dekat Punung. Alat batu itu masih kasar, dan
                 bentuk ujungnya agak runcing, tergantung kegunaannya. Alat batu
                 ini sering disebut dengan kapak genggam atau kapak perimbas.
                 Kapak ini digunakan untuk menusuk binatang atau menggali tanah
                 saat mencari umbi-umbian. Di samping kapak perimbas, di Pacitan
                 juga ditemukan alat batu yang disebut dengan chopper sebagai alat
                 penetak. Di Pacitan juga ditemukan alat-alat serpih.


                      Alat-alat  itu  oleh Koeningswald    digolongkan sebagai  alat-
                 alat “paleolitik”,  yang bercorak  “Chellean”, yakni  suatu tradisi
                 yang berkembang pada tingkat awal paleolitik di Eropa. Pendapat
                 Koeningswald ini kemudian dianggap kurang tepat









 Semester 1                                                                      Sejarah Indonesia  55
   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68