Page 64 - Kelas_11_SMA_Sejarah_Indonesia_Semester_1_Siswa_2016
P. 64

Sumber: Direktorat Geografi Sejarah. 2009. Atlas   Sumber: Direktorat Geografi Sejarah. 2009. Atlas
              Prasejarah Indonesia. Jakarta: Kementerian Kebudayaan   Prasejarah Indonesia. Jakarta: Kementerian Kebudayaan
              dan Pariwisata.                          dan Pariwisata.
              Gambar 1.24  Kapak perimbas (chopper): Alat   Gambar 1.25 Pahat genggam (hand adze): Alat
              batu inti atau serpih yang dicirikan oleh tajaman   batu inti yang dicirikan oleh bentuk alat yang
              monofasial yang membulat, lonjong, atau lurus,   persegi atau bujur sangkar dengan tajaman yang
              dihasilkan melalui pangkasan pada satu bidang   tegak  lurus  pada sumbu  alat.  Selain  itu  dikenal
              dari sisi ujung (distal) ke arah pangkal (proksimal).   pula  Kapak  genggam awal  (proto-hand  axe),
              Ciri yang membedakan kapak perimbas dengan   Kapak genggam (hand axe).
              serut adalah ukuran dimana serut yang kasar
              dan masif digolongkan sebagai kapak perimbas,
              sementara yang halus dan kecil digolongkan serut.


                              setelah Movius berhasil menyatakan temuan di Punung itu sebagai
                              salah satu corak perkembangan kapak perimbas di Asia Timur.
                              Tradisi kapak perimbas  yang ditemukan di Punung itu kemudian
                              dikenal dengan nama “Budaya Pacitan”. Budaya itu dikenal sebagai
                              tingkat perkembangan budaya batu awal di Indonesia.


                                    Kapak perimbas itu tersebar di wilayah Sumatera Selatan,
                              Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Bali, Flores, dan Timor.  Daerah
                              Punung merupakan daerah yang terkaya akan kapak perimbas
                              dan hingga saat ini merupakan tempat penemuan terpenting
                              di  Indonesia.  Pendapat  para  ahli  condong  kepada  jenis  manusia
                              Pithecanthropus atau keturunan-keturunannya sebagai pencipta
                              budaya Pacitan. Pendapat ini sesuai dengan pendapat tentang umur
                              budaya Pacitan yang diduga dari tingkat akhir Plestosin Tengah atau
                              awal permulaan Plestosin Akhir.






             56  Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Edisi Revisi                                  Semester 1
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69