Page 98 - EBOOK_Dasar - Dasar Pakan Ternak 2
P. 98
pemupukan dilakukan bersamaan dengan waktu pengolahan tanah,
pupuk yang digunakan sebaiknya adalah pupuk kandang/pupuk
kompos atau pupuk hijau. Apabila menggunakan pupuk anorganik,
sebaiknya dilakukan pada saat tanaman sedang mengalami fase
pertumbuhan vegetatif (terbentuknya akar, batang dan daun).
Pada umumnya pemupukan harus mempertimbangkan keadaan
iklim. Pemupukan yang baik diusahakan dilakukan pada saat air
tanah dalam keadaan cukup, tidak kering dan air tidak mengalir.
Hindari pemupukan yang dilakukan pada keadaan beriku ini:
Jangan melakukan pemupukan pada saat tanah dalam keadaan
kekeringan. Karena jika dilakukan pupuk tidak dapat diserap,
bahakan bisa menyebabkan akar terbakar.
Jangan melakukan pemupukan pada saat hujan lebat, atau pada
saat air sedang mengalir, karena pupuk akan hanyut bersama
aliran air.
Waktu pemupukan yang baik dilakukan sebagai berikut: Pupuk P
dan K yang sukar larut, diberikan 1 – 2 minggu sebelum penanaman,
yaitu bersamaan dengan penggemburan tanah. Bila menggunakan
pupuk kandang atau pengapuran untuk menaikknan pH tanah,
sebaiknya dilakukan bersama-sama dengan penggemburan tanah.
Pupuk N yang sangat mudah larut diberikan setelah tanaman
berumur ± 2 minggu. Dan setiap selesai pemotongan, sebaiknya
dilakukan pemupukan untuk merangsang pertumbuhan kembali.
h) Realisasi pemupukan
Pemupukan harus dilakukan secara kontinyu, karena jika tidak
kontinyu akan menyebabkan penurunan produksi di tahun – tahun
mendatang. Realisasi pemupukan perlu mempertimbangkan
86

