Page 94 - EBOOK_Dasar - Dasar Pakan Ternak 2
P. 94
Indonesia produk – produk sampingan di atas biasanya masih
digunakan untuk pakan ternak.
Pupuk jenis ini pelepasan N nya lambat, setelah dimineralisasi
akan menjadi lebih cepat. Pada umumnya pupuk ini digunakan
sebelum dilakukan penanaman. Pupuk ini kadang – kadang
disebut juga pupuk majemuk, karena disamping mengandung
unsur N juga mengandung unsur lainnya seperti P dan K,
walaupun hanya sedikit. Kandungan N dari pupuk ini berkisar
antara 4 – 15%.
Pupuk N dalam bentuk anorganik
Pupuk ini di dalam tanah berubah dengan cepat menjadi nitrat,
karena aktivitas bakteri yang aktif dan proses nitrifikasi berjalan
dengan cepat. Jenis pupuk yang termasuk kelompok ini adalah
Cyanamida kapur (18 – 22% N amonia), pupuk urea (N 46%),
Amonium sulfat/ZA (N 20 – 21%).
Pupuk N dalam bentuk Nitrat
Bentuk ini dapat diserat tanaman secara langsung, bekerjanya
sangat cepat, tetapi bentuk ini tidak terikat oleh kompleks
humus. Pupuk ini mudah sekali larut, sehingga pupuk ini banyak
digunakan pada saat kering. Bentuk yang sering dipakai adalah
belerang nitrat (N 16%), dan kapur nitrat (N 15%).
Pupuk N dalam bentuk Amonium nitrat
Bentuk – bentuk pupuk N dalam bentuk Amonium nitrat antara
lain Ammonitrat, dengan konsentrasi 22; 27,5 dan 33,5 N (50%
nitrat dan 50% amonia)
b) Pupuk buatan yang mengandung P
Pupuk ini mengandung fosfat yang bersifat masam dan terdapat
dalam bentuk yang mudah dilarutkan dalam air. Pupuk ini dikenal
82

