Page 344 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 344

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

               yang berada di kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Sebagian besar penduduk di Kecamatan
               Jambu  bekerja  sebagai  petani.  Persentase  penduduk  di  Kecamatan  Jambu  yang  bekerja  di
               bidang  pertanian  sebesar  48,13%,  bidang  industri  18,11%,  bidang  perdagangan  12,04%
               bidang  jasa  9,28%,  lainnya  12,37%  dari  jumlah  populasi  sebanyak  37.699  jiwa  (BPS
               Kabupaten  Semarang,  2014).  Rumah  tangga  petani  di  Kecamatan  Jambu  memiliki
               keterbatasan  dalam  mengalokasikan  anggaran  belanja  dan  mengatur  pengeluaran  konsumsi
               rumah  tangganya.  Pengeluaran  konsumsi  rumah  tangga  dapat  dianalisis  dengan  melihat
               faktor-faktor  yang  mempengaruhinya.  Faktor-faktor  tersebut  antara  lain  yaitu  pendapatan
               rumah  tangga,  tingkat  pendidikan  kepala  keluarga,  jumlah  anggota  keluarga,  tingkat  harga
               barang dan variabel dummy konsumsi pangan dan non pangan. Berkaitan dengan hal tersebut
               maka penelitian tentang analisis faktor-faktor  yang mempengaruhi konsumsi rumah tangga
               petani di Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang dilakukan.
                      Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk  menganalisis  pengeluaran  konsumsi  rumah
               tangga petani di Kecamatan Jambu 2) mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi
               rumah  tangga  petani  di  Kecamatan  Jambu.  Manfaat  yang  dapat  diambil  dari  penelitian  ini
               adalah  1)  menambah  wawasan  dan  pengetahuan  penulis  dalam  hal  yang  berkaitan  dengan
               konsumsi rumah tangga di pedesaan khususnya dalam lingkup rumah tangga petani 2) sebagai
               bahan informasi dan masukan bagi pemerintah setempat dalam menerapkan kebijakan pangan
               yang  lebih  berpihak  kepada  masyarakat  kecil  khususnya  petani  3)  sebagai  referensi  untuk
               penelitian selanjutnya dibidang yang sama.



               2.  Tinjauan Pustaka
               Konsumsi Rumah Tangga
                      Konsumsi rumah tangga dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu konsumsi
               pangan  dan  non  pangan.  Konsumsi  pangan  terdiri  dari  padi,  umbi,  ikan,  daging,  telur,
               sayuran, kacang-kacangan, buah, minyak, bahan minuman, bumbu dapur, konsumsi lainnya
               serta makanan dan minuman jadi. Sedangkan konsumsi non pangan terdiri dari perumahan
               yang meliputi listrik dan air, biaya pendidikan, biaya kesehatan, pakaian dan alas kaki, pajak
               pemakaian dan asuransi, keperluan pesta dan upacara, aneka barang dan jasa dan barang yang
               tahan  lama  (BPS,  2014).  Pada  tingkat  pendapatan  tertentu,  rumah  tangga  akan
               mengalokasikan  pendapatannya  untuk  memenuhi  kedua  kebutuhan  tersebut.  Jumlah
               pengeluaran  untuk  konsumsi  pangan  pada  suatu  rumah  tangga  dapat  digunakan  sebagai
               petunjuk  tingkat  kesejahteraan  rumah  tangga  tersebut.  Dengan  kata  lain  semakin  tinggi
               pengeluaran  konsumsi  pangan,  maka  semakin  rendah  tingkat  kesejahteraan  rumah  tangga
               tersebut. Sebaliknya, semakin kecil jumlah pengeluaran konsumsi pangan maka rumah tangga
               tersebut semakin sejahtera (Mulyanto, 2005).

               Faktor yang mempengaruhi konsumsi rumah tangga
                      Pada hakekatnya besar kecilnya pengeluaran konsumsi masyarakat tidak semata-mata
               ditentukan oleh besarnya tingkat pendapatan yang diperoleh masyarakat yang bersangkutan,
               tetapi dipengaruhi pula oleh beberapa faktor lain (Keynes dalam Samuelson, 1994). Konsumsi
               rumah tangga dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pendapatan rumah tangga, tingkat
               pendidikan, jumlah anggota keluarga, persepsi harga barang dan variabel dummy konsumsi
               pangan dan non pangan (Indayati, 2008).

               Pendapatan
                      Pendapatan  rumah  tangga  memiliki  peran  penting  dalam  menentukan  daya  beli
               terhadap  pangan  dan  fasilitas  lainnya,  antara  lain  sandang,  pendidikan,  perumahan  dan




                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    333
   339   340   341   342   343   344   345   346   347   348   349