Page 25 - Sesi 5.indd
P. 25

J.   Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Virus

              1.   Pencegahan Infeksi Virus
                  Pencegahan terhadap infeksi virus dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu pemberian
                  vaksin (vaksinasi) dan penerapan pola hidup sehat.
                  a.   Vaksin
                       Vaksin adalah suspensi mikroorganisme antigen (misalnya virus atau bakteri patogen)
                       yang permukaannya atau toksinnya telah dimatikan atau dilemahkan. Vaksin bekerja
                       efektif terhadap penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen, termasuk
                       virus. Prinsip dasar dari penggunaan vaksin adalah tubuh menghasilkan antibodi
                       untuk melawan serangan virus atau bakteri. Pemberian vaksin dapat menyebabkan
                       tubuh bereaksi menghasilkan antibodi sehingga kebal terhadap infeksi patogen di
                       kemudian hari.
                            Vaksin pertama kali ditemukan oleh Edward Jenner pada tahun 1789, berupa
                       vaksin untuk cacar. Kemudian pada tahun 1885, Louis Pasteur menemukan vaksin
                       untuk  rabies,  dan  pada  tahun  1952,  Jonas  Salk  menemukan  vaksin  untuk  polio.
                       Vaksin polio diberikan melalui oral (mulut).

                            Cara  pembuatan  vaksin  secara  konvensional  ada  tiga  tipe,  yaitu  sebagai
                       berikut.
                       1.)  Berasal  dari  patogen  yang  telah  dimatikan  oleh  bahan  kimia  atau  dengan
                            pemanasan. Contohnya vaksin influenza, kolera, dan hepatitis A. Tipe vaksin ini
                            hanya membentuk respons kekebalan sementara.
                       2.)  Berasal dari patogen yang dilemahkan. Contohnya vaksin campak dan vaksin
                            gondong. Tipe ini dapat membentuk respons kekebalan yang lebih lama.
                       3.)  Berasal  dari  senyawa  patogenik  mikroorganisme  yang  dibuat  tidak  aktif.
                            Contohnya vaksin tetanus dan difteri.

                            Berikut  ini  adalah  tabel  vaksin  utama  pada  manusia  yang  digunakan  untuk
                       pencegahan penyakit yang disebabkan oleh virus.

                         Penyakit          Sumber Virus         Kondisi Virus   Cara Pemberian
                        Poliomielitis  Biakan jaringan (ginjal   Dilemahkan   Mulut (oral)
                                    monyet, sel diploid manusia)

                        Campak      Biakan jaringan (embrio ayam) Dilemahkan   Subkutan (injeksi)
                        Gondong     Biakan jaringan (embrio ayam)  Dilemahkan   Subkutan (injeksi)

                        Rubela      Biakan jaringan (bebek,     Dilemahkan    Subkutan (injeksi)
                                    kelinci, sel diploid manusia)




                                                     25
   20   21   22   23   24   25   26   27   28