Page 5 - Sesi 5.indd
P. 5
b. Kapsid
Kapsid merupakan selubung terluar virus yang tersusun dari banyak subunit protein
yang disebut kapsomer. Kapsid inilah yang memberikan bentuk pada virus. Bentuk
kapsid bermacam-macam, seperti polihedral, oval, batang, bulat, dan sebagainya.
Beberapa virus memiliki selubung tambahan berupa sampul membran yang
tersusun dari bahan lipid, karbohidrat, atau glikoprotein. Sampul membran memiliki
fungsi sebagai pelindung yang berkaitan dengan antigen dan sistem imunitas virus.
Lipid pembentuk sampul membran diperoleh ketika nukleokapsid virus melakukan
pertunasan melalui membran sel inang. Contoh virus yang memiliki sampul
membran adalah Herpesvirus, Retrovirus, Paramyxovirus, dan Poxvirus. Virus yang tidak
memiliki sampul membran disebut virus telanjang. Contoh virus telanjang adalah
Picornavirus, Adenovirus, dan Reovirus.
c. Asam nukleat
Virus hanya memiliki satu jenis asam nukleat, yaitu DNA atau RNA saja. DNA atau
RNA pada virus merupakan penyusun genom (kumpulan gen) yang berfungsi
sebagai informasi genetik pada saat replikasi (penggandaan). Genom pada virus
dapat berupa DNA untai ganda, DNA untai tunggal, atau RNA untai tunggal. Genom
membentuk molekul asam nukleat yang linear tunggal (lurus), sirkuler (melingkar),
dan bersegmen atau tidak bersegmen. Virus terkecil memiliki genom yang terdiri
atas empat gen, sedangkan virus terbesar memiliki genom yang terdiri atas ratusan
gen. Selain asam nukleat, beberapa virus juga memiliki enzim di dalam virionnya.
Berdasarkan jenis asam nukleatnya, virus dapat dikelompokkan menjadi dua,
yaitu sebagai berikut.
1.) Virus DNA (Deoksiribovirus) adalah virus yang memiliki asam nukleat jenis
DNA. Contohnya Parvovirus, Papovavirus, Adenovirus, dan Herpesvirus.
2.) Virus RNA (Ribovirus) adalah virus yang memiliki asam nukleat jenis
RNA. Contohnya Picornavirus, Togavirus, Flavivirus, Calicivirus, Coronavirus,
Paramyxovirus, Reovirus, Retrovirus, Filovirus, Arenavirus, dan Orthomyxovirus.
d. Leher
Leher merupakan bagian yang menghubungkan kepala dan ekor. Leher juga
menjadi saluran keluarnya asam nukleat menuju ekor.
e. Ekor
Ekor merupakan bagian yang berfungsi untuk menempel pada sel inang. Ekor terdiri
atas serabut ekor dan lempeng dasar. Serabut ekor berfungsi melekatkan diri pada
sel inang. Sementara itu, lempeng dasar yang berisi jarum penusuk berfungsi untuk
menginjeksikan DNA ke dalam sel inang.
5