Page 3 - Kel 6 Akuntansi Untuk Pajak Penghasilan AK.C 2020
P. 3

Akuntansi Untuk Pajak Penghasilan

                A. Laba Keuangan Sebelum Pajak dan Laba Kena Pajak


                  Laba keuangan sebelum pajak adalah istilah pelaporan keuangan yang sering diacu sebagai
                  laba  sebelum  pajak,  laba  untuk  tujuan  pelaporan  keuangan,  atau  laba  untuk  tujuan

                  pembukuan. Laba keuangan sebelum pajak (laba untuk tujuan pembukuan) diukur sesuai
                  dengan prinsip akuntansi yang berlaku. Laba kena pajak (taxable income) atau laba untuk

                  tujuan pajak, adalah istilah akuntansi pajak yang digunakan untuk menunjukkan jumlah
                  yang menjadi dasar perhitungan hutang pajak penghasilan perusahaan. Laba kena pajak

                  (laba untuk tujuan pajak) dihitung sesuai dengan peraturan pajak yang ditetapkan. Karena

                  peraturan pajak dan akuntansi berbeda dalam banyak hal, maka laba keuangan sebelum
                  pajak dan laba kena pajak seringkali berbeda. Perbedaan yang mungkin ada, misalnya dalam

                  hal kapan pengakuan pendapatan dilakukan dan kapan pengakuan beban dilakukan.
                  1. Jumlah kena pajak di masa depan dan pajak yang ditangguhkan


                     Hutang pajak penghasilan dapat berbeda dari beban pajak penghasilan. Salah satu cara di
                     mana  hal  ini  dapat  terjadi  apabila  terdapat  perbedaan  sementara  antara  jumlah  yang

                     dilaporkan untuk tujuan pajak dan jumlah yang dilaporkan untuk tujuan pembukuan.
                     Perbedaan sementara (temporary difference) adalah perbedaan antara dasar pajak dari

                     suatu aktiva atau kewajiban dengan jumlah yang dilaporkan (nilai tercatat atau buku)

                     dalam laporan keuangan, yang akan menghasilkan jumlah kena pajak atau jumlah yang
                     dapat dikurangkan di tahun-tahun mendatang. Jumlah kena pajak (taxable amount) akan

                     memperbesar  laba  kena  pajak  di  tahun-tahun  mendatang,  dan  jumlah  yang  dapat
                     dikurangkan  (deductible  amount)  akan  memperkecil  laba  kena  pajak  di  tahun-tahun

                     mendatang.

                     Asumsi  inheren  dalam  neraca  suatu  perusahaan  yang  disusun  menurut  IFRS  adalah
                     bahwa  aktiva dan kewajiban akan dipulihkan serta diselesaikan sebesar  jumlah  yang

                     dilaporkan (jumlah tercatat). Asumsi ini akan menciptakan suatu persyaratan menurut
                     akuntansi akrual untuk mengakui saat itu juga konsekuensi pajak yang ditangguhkan dari

                     perbedaan sementara, yaitu jumlah pajak penghasilan yang akan terutang (dapat didanai

                     kembali) apabila jumlah aktiva dan kewajiban yang dilaporkan itu masing-masing telah
                     dipulihkan serta diselesaikan.

                     Kewajiban pajak yang ditangguhkan

                     Kewajiban pajak yang ditangguhkan (deffered tax liabilities) adalah konsekuensi pajak

                     yang ditangguhkan yang disebabkan oleh perbedaan sementara kena pajak. Dengan kata

                                                            2
   1   2   3   4   5   6   7   8