Page 58 - Modul Pengembangan Pangan Fungsional
P. 58

paling penting adalah reaksi dengan radikal bebas lipid, yang membentuk produk non-

                   aktif. (Gordon, et al. 2001). Mekanisme dari aktivitas antioksidan dapat dilihat pada
                   tabel di atas.


                   C.  Reaksi-Reaksi Antioksidan
                          Proses oksidasi tidak saja terjadi dalam tubuh manusia tetapi juga dapat terjadi

                   dalam makanan. Komponen makanan yang paling mudah mengalami oksidasi adalah
                   lemak.  Antioksidan  merupakan  senyawa  yang  ditambahkan  ke  dalam  lemak  atau

                   makanan berlemak untuk mencegah terjadinya proses oksidasi dapat memperpanjang
                   kesegaran  dan  palabilitas  dari  makanan  tersebut.  Antioksidan  yang  ditambahkan

                   kedalam bahan makanan tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu :

                   1.  tidak mempunyai efek fisiologis yang berbahaya;
                   2.  tidak menyebabkan terbentuknya flavor, odor atau warna yang tidak disukai pada

                       lemak atau makanan;
                   3.  efektif pada konsentrasi rendah;

                   4.  larut dalam lemak;
                   5.  tahan terhadap proses pengolahan;

                   6.  mudah diperoleh; dan

                   7.  ekonomis (Muchtadi, Palupi dan Astawan 1993).
                   D.  Antioksidan Zat Gizi

                   Tabel 5. Antioksidan alami zat gizi yang terdapat dalam bahan pangan

                      Komponen Antioksidan                      Bahan Pangan Sumbernya
                   Vit.  A dan Karotenoid          Mentega, margarin, buah-buahan berwarna kuning, sayur-
                                                   sayuran hijau
                   Vitamin E                       Biji bunga matahari, biji-bijian yang mengandung kadar
                                                   minyak tinggi, kacang-kacangan, susu dan hasil
                                                   olahannya
                   Vitamin C (Asam Askorbat)       Buah-buahan (jeruk, kiwi dan lain-lain), sayur-sayuran
                                                   (sebagian rusak selama pemasakan), kentang

                   Vitamin B2 (Riboflavin)         Susu, produk hasil olahan susu, daging, ikan, telur,
                                                   serealia utuh, kacang-kacangan
                   Seng (Zn)                       Bahan pangan hewani: daging, udang, ikan, susu dan hasil
                                                   olahannya
                   Tembaga (Cu)                    Hati, udang, biji-bijian, serealia (kadar dalam makanan
                                                   tergantung pada konsentrasi Cu dalam tanah)

                   Selenium (Se)                   Serealia, daging, ikan (kadar dalam makanan tergantung
                                                   pada konsentrasi Se dalam tanah)
                   Protein                         Ovalbumin dalam telur, gliadin dalam gandum, dll.

                   Sumber: Majalah GiziMindo Vol. 3 No.7 Januari 2004





                                                                                                    57
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63