Page 26 - MODUL 1_ESTI FB
P. 26
1. Perbaikan dalam Gereja: Banyak tokoh gereja yang menghendaki diadakan konsili,
karena Paus lebih merupakan raja daripada pemimpin agama Katholik.
2. Perbaikan Rohani: Banyak tokoh rohani agama Katholik memperbaiki kehoidupan
rohani dengan cara mistik dan devotio moderna (penyerahan diri) yaitu lebih
mendekatkan diri kepada Tuhan daripada hidup sederhana.
3. Reformasi dihubungkan dengan ajaran Marthin Luther: Luther adalah bekas seorang
pastor dari Ordo Augustin dan guru besar di Jerman. Melihat adanya penjualan surat
pengampunan dosa dinilai tindakan yang sia-sia bagi gereja maka ditentangnya. Pada
tahun1517 Luther memutuskan hubungan dengan Gereja Katholik.
Sebab-sebab Timbulnya Reformasi Gereja:
1. Penyimpangan ajaran gereja yang mencari sumbangan pemeluknya dengan menjual
Aflat / Indulgensia = surat pengampunan dosa oleh Paus.
2. Berkembangnya Humanisme yang mendorong kebebasan
berpikir bagi manusia.
3. Berkembangnya negara nasional di eropa, kekuasaan raja pulih
kembali dan raja ingin berkuasa dalam segala bidang termasuk
agama.
4. Adanya kebebasan mayarakat kota menginterpretasikan
agama.
Martin Luther
Akibat dari Reformasi Gereja:
1. Agama Kristen terpecah menjadi dua yaitu; Kristen Katotik dan Kristen Protestan.
2. Adanya konsili di Trente yang mengatur soal:
a. Dogma harus diterima oleh pemeluknya.
b. Penegakkan disiplin, yang meliputi :
1) Paus tidak boleh hidup mewah
2) Setiap ke-Pausan harus mempunyai sekolah
3) Gereja bebas dari pajak.
4) Paus tidak lagi diakui satu-satunya pimpinan gereja.
5) Penghormatan terhadap gereja berkurang.
Tokoh-tokoh Reformasi Gereja
1. Marthin Luther dari Jerman: seorang pendeta gereja Jerman tahun 1517. Protesnya
dengan menempel 95 dalil di pintu gereja Wittenberg Jerman pada tanggal 31 Oktober
1517.
2. Zwingli dari Swiss Utara: Bukunya berjudul Architeles. Ajarannya antara lain
menentang upacara, pemakaian dan pembuatan patung dan gambar dalam gereja,
pastor tidak beristri, hidup dalam biara, dan ia sangat mendukung
pertanggungjawaban pribadi atas perbuatan yang berkaitan dengan kepercayaan.
3. Raja Henry VIII dari Inggris yang membentuk gereja Anglikan.
4. Jean Calvin yang membentuk aliran Calvinis di Perancis yang merambat ke Belanda,
Inggris dan Scotlandia. Ia seorang ahli hukum dan teolog Perancis yang mengajarkan
bahwa kekuasaan Tuhan tidak ada batasnya dan berkuasa menentukan siapa yang
bersalah dan buruk tabiatnya. Kekuasaan gereja harus dipisahkan dari agama. Raja
yang lalim harus diberontak dan diganti. Bukunya berjudul Christianal Religiones
Institutio (1935).
Tokoh-tokoh Gerakan Kontra Reformasi Gereja :
1. PAUS Pius V
2. Gregorius XIII
3. Sixtus V
4. Raja Philip II
5. Ignatius de Loyola (Pendiri ordo Yesuit)
6. Santo Carolus Boromeus
28 Historia Sejarah Perminatan Kelas 11-IPS Semester I SMA/MA K-13