Page 27 - MODUL 1_ESTI FB
P. 27

7.   Santa Theresia dari Avila
                   8.   Santo Yohanes
                   9.   Santo Ignatius

               D.  Aufklarung
                       Zaman Aufklarung ini dikenal dengan “zaman pencerahan” atau “zaman fajar budi”,
                   (dalam  bahasa  inggris  “Enlightenment”  dan  dalam  bahasa  jerman  “Aufklarung”).  Auf-
                   klarung merupakan kelanjutan dari renaissance, kalau renaissance dipandang sebagai
                   peremajaan pikiran, maka aufklarung menjadi masa pendewasaannya. Dalam zaman ini
                   juga banyak muncul tokoh-tokoh filsuf, seperti di Inggris: J. Locke (1632-1704), G.Berkeley
                   (1684-1753) dan D. Hume (1711-1776), di Perancis: JJ. Russeau (1712-1778). Sekte atau
                   aliran-aliran dalam perkembangan filsafat Barat, seperti yang akan diuraikan berikut ini.
                   1.  Rasionalisme
                          Secara umum, Rasionalisme merupakan pendekatan filosofis yang menekankan
                      akal budi (rasio) sebagai sumber utama pengetahuan, mendahului atau unggul atas
                      dan bebas dari pengamatan indrawi. Tokohnya seperti Descrates, Spinoza dan Leib-
                      niz.
                   2.  Empirisme
                          Doktrin empirisme adalah lawan dari rasonalisme yang menganggap bahwa sum-
                      ber seluruh pengetahuan harus di cari dalam pengalaman. Aliran empirisme mengakui
                      langkah yang telah ditanamkan Francis Bacon (1561-1626), yang memberi tekanan
                      kepada  pengalaman  sebagai  sumber  pengenalan.  Warisan  ini  diterima  dan  dikem-
                      bangkan  oleh  tokoh-tokoh  terkemuka  empirisme,  seperti  Thomas  Hobbes  (1588-
                      1679), John Locke (1632-1704) dan D.Hume (1711-1776).
                   3.  Kantianisme
                          Kant  mencoba  merumuskan  kebenaran  ilmu  pengetahuan  melalui  dua  paham
                      yang bertentangan, yakni rasionalisme dan empirisme. Ia berpendapat bahwa penge-
                      tahuan adalah hasil kerjasama dua unsur, yakni pengalaman dan kearifan akal budi.
                      Pengalaman indrawi adalah adalah unsur a posteriori (yang datang kemudian), se-
                      dangkan akal budi merupakan unsur a priori (yang datang lebih dulu).  Kedua aliran
                      bersebrangan ini hanya mengakui salah satu unsur saja sebagai sumber pengetahuan,
                      sehingga menjadi tidak seimbang. Ketidakseimbangan ini diselesaikan Kant dengan
                      membedakan kebenaran menjadi 3 macam, kebenaran akal budi, kebenaran rasio dan
                      kebenaran inderawi.
                   4.  Idealisme
                          Idealisme  mempunyai  argumen  epistimologi  tersendiri.  Oleh  karena  itu  tokoh-
                      tokoh teisme yang mengajarkan bahwa materi tergantung pada spirit (roh). Argumen
                      yang diajukan bahwa objek-objek fisik pada akhirnya adalah ciptaan Tuhan. Argumen
                      orang-orang idealis mengatakan bahwa objek-objek fisik tidak dapat dipahami terlepas
                      dari spirit.
                          Aliran idealisme ini diwakili oleh beberapa tokoh, diantaranya J.G.Fitche (1762-
                      1914), F.W.S.Schelling (1775-1854), dan F.Hegel (1770-1031).
                   5.  Positivisme
                          Pada dasarnya positivisme itu sama dengan empirisme dan rasionalisme. Hanya
                      bedanya empirisme menerima pengalaman batiniah sedangkan positivisme membat-
                      asi pada pengalaman objektif saja. Pelopor utama positivisme adalah Auguste Comte
                      (1798-1857),  seorang  filsuf  perancis  yang  besar  pengaruhnya  terhadap  perkem-
                      bangan sains dan teknologi modern.
                   6.  Pragmatisme
                          Pragmatisme merupakan aliran yang inti filsafatnya adalah pragmatik dan menen-
                      tukan nilai pengetahuan berdasarkan kegunaan praktisnya. Tokohnya seperti William
                      James (1842-1910).
                   7.  Fenomenologi



                          Historia Sejarah Perminatan Kelas 11-IPS Semester I SMA/MA K-13              29
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32