Page 16 - E-BOOK EKOSISTEM LEAF_Neat
P. 16
Komponen Ekosistem
Makhluk hidup selalu terhubung dengan lingkungannya, baik dengan benda tak
hidup maupun dengan makhluk lain. Rumput membutuhkan cahaya, air, dan nutrisi
tanah untuk tumbuh, sedangkan sapi membutuhkan rumput sebagai makanan, air
untuk minum, dan udara untuk bernapas. Ketika rumput mulai berkurang, hewan
pemakannya pun kesulitan mencari makan. Begitu juga jika air menipis, banyak
makhluk hidup akan mengalami kekeringan. Di sini, komponen biotik dan abiotik
tidak berdiri sendiri, tetapi saling memengaruhi seperti satu kesatuan yang hidup.
Jika dilihat dari prinsip Holistik dan Interdisipliner, dimana selain dari ilmu
biologi, kondisi ekosistem suatu wilayah dapat dilihat juga dari sisi geografi, setiap
tempat di Bumi punya kondisi alam berbeda—ada yang panas, dingin, kering, atau
lembap, dan itu menentukan jenis makhluk hidup yang dapat tinggal di sana. Dari
kimia, unsur-unsur seperti nitrogen dan karbon di tanah dan air menjadi “nutrisi
rahasia” yang membantu makhluk hidup tumbuh. Dalam fisika, cahaya matahari
membawa energi yang mengalir dari tumbuhan hingga ke hewan. Dan dari ilmu
sosial, cara manusia menggunakan lahan, mengelola sampah, atau menjaga
lingkungan sangat berpengaruh pada sehat atau tidaknya ekosistem.
Melalui kacamata ESD (Education for Sustainable Development), kita belajar
bahwa setiap pilihan kecil menanam tanaman, membuang sampah pada
tempatnya, atau mengurangi penggunaan plastik dapat membantu menjaga
hubungan rapuh tetapi indah antara biotik dan abiotik ini. Ekosistem bukan hanya
pelajaran, tapi juga tempat tinggal kita bersama.
Sebelum masuk ke peran masing-masing makhluk hidup di dalamnya, seperti
produsen, konsumen, pengurai, dan detrivor, kita perlu memahami dulu tingkatan
penyusun ekosistem agar kita bisa melihat gambaran besarnya dengan lebih utuh.
4

