Page 54 - E-BOOK EKOSISTEM LEAF_Neat
P. 54

Piramida Ekologi





        2. Piramida Biomasa




            Terkadang, piramida jumlah saja belum cukup untuk menunjukkan bagaimana
        energi  benar-benar  mengalir  dalam  ekosistem.  Untuk  gambaran  yang  lebih

        nyata, digunakan piramida biomassa. Biomassa adalah total berat materi hidup
        pada waktu tertentu.

            Cara membuat piramida biomassa adalah dengan mengukur rata-rata berat
        organisme pada setiap tingkat trofik, lalu memperkirakan jumlah total biomassa

        di  tingkat  tersebut.  Hasilnya  memberikan  gambaran  tentang  seberapa  besar
        massa  makhluk  hidup  pada  setiap  ‘lantai’  dalam  ekosistem,  biasanya  dalam

        satuan gram (Maknun, 2017)






















                                                         Gambar 2.6
                                                    Sumber: brainacademy.id

                Pada  umumnya,  produsen  punya  biomassa  paling  besar.  Itulah  mengapa

        bagian  dasar  piramida  biomassa  biasanya  paling  lebar,  lalu  menyempit  tajam
        sampai ke tingkat karnivor di bagian puncak. Semakin ke atas, semakin sedikit

        massanya—mirip bangunan piramida pada umumnya.
        Tapi ada satu ekosistem yang suka ‘melanggar aturan’: ekosistem akuatik!

          Di perairan, piramida biomassa justru bisa terbalik. Mengapa? Karena produsen

        seperti  fitoplankton  memiliki  massa  yang  sangat  kecil,  tetapi  bereproduksi
        dengan super cepat, sehingga mampu menopang biomassa konsumen yang jauh

        lebih  besar.  Akibatnya,  biomassa  konsumen  bisa  tampak  lebih  besar  daripada

        produsen, dan piramidanya jadi terbalik.









                                                           42
   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59