Page 55 - E-BOOK EKOSISTEM LEAF_Neat
P. 55
Piramida Ekologi
3. Piramida Energi
Piramida energi menunjukkan bagaimana energi semakin berkurang pada setiap
tingkat trofik. Piramida ini didasarkan pada kecepatan aliran energi atau
produktivitas tiap tingkat, sehingga menjadi cara paling akurat untuk melihat
bagaimana energi bergerak dalam ekosistem (Maknun, 2017).
Efisiensi trofik biasanya hanya sekitar 10% bahkan bisa serendah 5% atau
setinggi 20%, tergantung ekosistem. Artinya, hanya sebagian kecil energi dari
suatu tingkat yang berpindah ke tingkat berikutnya. Sisanya sekitar 90% hilang
sebagai panas, terbuang dalam feses, atau tetap berada pada materi organik
yang tidak termakan (Urry et al., 2020).
Gambar 2.7
Sumber: zogirls.com
Gambar 2.8
Sumber: indonesiaasri.com
Setiap kali energi berpindah dalam rantai makanan, sebagian besar akan
hilang. Kehilangan energi ini bisa digambarkan melalui piramida produksi bersih,
yaitu piramida yang menunjukkan besarnya produksi bersih (dalam joule) pada
tiap tingkat trofik. Lebar setiap tingkat mencerminkan berapa banyak energi
yang benar-benar tersedia di tingkat tersebut.
Di bagian puncak piramida, predator puncak memiliki produksi bersih paling
kecil dan jumlah individu paling sedikit—karena energi yang sampai ke tingkat ini
sudah sangat sedikit. Pada piramida energi, jumlah energi yang tersedia pada
tiap tingkat trofik selalu berkurang. Hal ini terjadi karena:
1.Tidak semua makanan berhasil ditangkap dan dimakan,
2.Sebagian makanan tidak tercerna dan dikeluarkan sebagai sampah, dan
3.Hanya sebagian makanan yang diubah menjadi biomassa, sedangkan
sisanya digunakan sebagai energi untuk aktivitas hidup (Maknun, 2017).
43

