Page 60 - E-BOOK EKOSISTEM LEAF_Neat
P. 60

Produktivitas Ekosistem























                               Gambar 2.11                                    Gambar 2.12
                          Sumber: koran-jakarta.com                        Sumber: Canva.com



        2. Produktivitas Sekunder


            Produktivitas  sekunder  adalah  seberapa  cepat  konsumen  (heterotrof)

        mengubah energi kimia dari makanan menjadi energi baru yang tersimpan dalam
        tubuh. Saat energi berpindah dari produsen ke konsumen primer, sebagian besar

        dipakai untuk aktivitas hidup, dan hanya sedikit yang berubah menjadi biomassa
        sebagai produktivitas bersih.

            Hal yang sama terjadi saat energi naik ke konsumen sekunder dan tersier—
        energi  makin  sedikit  di  setiap  tingkat  trofik.  Perbandingan  produktivitas  bersih

        antar  tingkat  trofik  disebut  efisiensi  ekologi,  dan  rata-rata  hanya  sekitar  10%
        energi yang berhasil diteruskan sebagai biomassa ke tingkat berikutnya.




                                                    Efisiensi  produksi  adalah  persentase  energi
                                                dalam  makanan  yang  berhasil  disimpan  sebagai

                                                biomassa,  bukan  dipakai  untuk  respirasi.  Pada

                                                contoh ulat di samping, efisiensi produksinya 33%
                                                — artinya dari 100 J energi yang diasimilasi, sekitar

                                                67 J dipakai untuk respirasi dan sisanya disimpan
                                                sebagai pertumbuhan.



             Saat herbivora seperti ulat memakan 200 J energi dari daun, hanya 33 J yang

        berubah  menjadi  biomassa  baru  (produktivitas  sekunder).  Energi  lainnya  hilang

        sebagai panas lewat respirasi atau keluar sebagai kotoran. Meski kotoran masih
        menyimpan energi, sebagian besar akhirnya tetap hilang sebagai panas setelah

        diurai mikroorganisme.


                                                           48
   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65