Page 61 - E-BOOK EKOSISTEM LEAF_Neat
P. 61
Produktivitas Ekosistem
Meski kotoran masih menyimpan energi, sebagian besar akhirnya tetap hilang
sebagai panas setelah diurai mikroorganisme. Hanya energi kimia yang disimpan
oleh herbivora sebagai biomassa, melalui pertumbuhan atau produksi keturunan,
yang tersedia sebagai makanan bagi konsumen sekunder. Kita dapat mengukur
efisiensi hewan sebagai pengubah energimenggunakan persamaan berikut:
Produktivitas sekunder sangat bergantung pada produktivitas primer. Ketika
produsen terganggu, energi yang tersedia bagi tingkat trofik berikutnya ikut
menurun. Gangguan ini sering kali disebabkan oleh aktivitas manusia yang tidak
berkelanjutan, misalnya, alih fungsi lahan sawah menjadi bangunan yang
menyebabkan autotrof seperti tumbuhan berkurang. Akibatnya, jumlah energi
yang tersedia bagi konsumen primer seperti herbivora menjadi sangat terbatas.
Dampak dari kondisi tersebut adalah menurunnya pertumbuhan dan reproduksi
herbivora, sehingga produktivitas sekunder ikut melemah. Dampak ini kemudian
merambat ke tingkat trofik yang lebih tinggi dan menyebabkan
ketidakseimbangan dalam rantai makanan.
Dengan kata lain, kerusakan yang dilakukan manusia terhadap produsen utama
tidak hanya menurunkan produktivitas primer, tetapi juga menekan produktivitas
sekunder, serta mengganggu stabilitas ekosistem secara keseluruhan. Dalam
jangka panjang, kondisi ini juga dapat berdampak pada ketahanan pangan dan
kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam.
49

