Page 66 - E-BOOK EKOSISTEM LEAF_Neat
P. 66
PENDAHULUAN
Keseimbangan lingkungan terbentuk ketika seluruh komponen ekosistem
organisme hidup, tanah, air, dan atmosfer bekerja selaras layaknya orkestra
alam. Ekosistem juga memiliki daya lenting untuk pulih setelah terganggu.
Namun, harmoni ini dapat rusak akibat perubahan faktor abiotik atau aktivitas
manusia yang tidak berkelanjutan, seperti eksploitasi sumber daya dan alih fungsi
lahan. Gangguan tersebut memengaruhi aliran energi, menyebabkan resistensi
organisme tertentu, dan mengurangi ketersediaan sumber daya. Dalam
ekosistem, keberlanjutan dijaga oleh dua proses utama: aliran energi dan siklus
kimia (Urry et al., 2020).
Daur biogeokimia menjaga keseimbangan lingkungan karena materi terus
bergerak dan didaur ulang. Unsur seperti karbon, nitrogen, dan fosfor berpindah
melalui udara, tanah, air, dan makhluk hidup melalui interaksi organisme dan
elemen geofisik. Proses ini menjadi fondasi kehidupan di setiap tingkat trofik
(Maknun, 2017). Ketika aktivitas manusia seperti deforestasi, urbanisasi, atau alih
fungsi lahan mengganggu daur ini, kualitas lingkungan dan daya dukung
ekosistem menurun. Daur air, karbon, nitrogen, dan fosfor (Urry et al., 2020)
menunjukkan bagaimana bumi menjaga ketersediaan unsur penting bagi
kehidupan.
Gambar 3.11
Sumber: Canva.com
54

