Page 59 - E-BOOK EKOSISTEM LEAF_Neat
P. 59

Produktivitas Ekosistem





           Pernah melihat banjir akibat sampah menumpuk? Atau mendengar laut yang

        mulai  rusak  karena  aktivitas  pariwisata?  Semua  itu  bukan  hanya  masalah
        lingkungan  semata  tetapi  juga  tanda  bahwa  produktivitas  ekosistem  sedang

        menurun.  Ketika  lahan  berubah  fungsi,  sampah  mencemari  lingkungan,  atau
        ekosistem  laut  terganggu,  tumbuhan  dan  produsen  utama  kehilangan

        kemampuan  untuk  menghasilkan  energi.  Akibatnya,  aliran  energi  untuk  seluruh
        makhluk hidup juga ikut terganggu.

           Mulai dari plankton sebagai produsen di laut hingga tumbuhan darat, semua
        mengalami  penurunan  kinerja.  Situasi  ini  membuat  kita  perlu  memahami

        mengapa  produktivitas  ekosistem  begitu  penting  dan  bagaimana  aktivitas

        manusia bisa mempercepat atau memperlambat kerusakannya
            Produktivitas  ekosistem  adalah  kemampuan  suatu  ekosistem  untuk

        menghasilkan  biomassa  atau  energi  (bioenergi)  dalam  jangka  waktu  tertentu.
        Konsep  ini  menjadi  indikator  penting  untuk  melihat  seberapa  besar  energi

        mengalir melalui berbagai tingkat trofik dalam ekosistem.




        1. Produktivitas Primer



            Produktivitas primer adalah kecepatan produsen mengubah energi matahari

        (atau reaksi kimia pada kemosintesis) menjadi energi kimia dalam bentuk bahan
        organik. Sederhananya, ini adalah seberapa cepat tumbuhan dan autotrof lain

        membuat “makanan” untuk seluruh ekosistem (Urry et al., 2020).
            Produktivitas primer terdiri dari PPK (Produktivitas Primer Kotor), yaitu seluruh

        hasil  fotosintesis,  termasuk  yang  dipakai  untuk  respirasi.  Sekitar  20%  dari  PPK
        digunakan produsen untuk bernapas, tumbuh, dan berkembang. Sisa energinya

        disimpan sebagai PPB (Produktivitas Primer Bersih).

                Biomassa  produsen  mencapai  50–90%  dari  total  bahan  organik  hasil
        fotosintesis, menunjukkan besarnya cadangan energi kimia yang akan diteruskan

        ke tingkat trofik berikutnya dalam rantai makanan.














                                                           47
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64