Page 142 - Drs. Adrianus Howay, MM - Meretas Batas Pendidikan di Tanah Papua
P. 142

“Bapak  saja  yang  kuliah  lebih  dahulu,  nanti  saya
            menyusul,” tolaknya halus.

                    Adrian berupaya  mencari jalur  untuk mendapatkan

            beasiswa  pascasarjana  dari  Ditjen  Dikdasmen.  Beberapa  kali
            mengajukan usulan nama, tetapi tidak pernah dipanggil. Adrian
            memberanikan diri bertemu langsung dengan pimpinan Ditjen
            Dikdasmen.


                    “Bapak, kenapa usulan saya untuk melanjutkan S2 selalu
            dicoret ?” tanya Adrian kepada Pimpinan Ditjen Dikdasmen.


                    “Coba diusulkan satu orang saja kah, karena saya ingin
            melanjutkan kuliah,” lanjut Adrian.

                    Permohonan  Adrian ditanggapi pimpinan Ditjen

            Dikdasmen  dengan  memanggil  bagian  perencanaan  keuangan
            agar segera mengusulkan kuota satu orang dari Papua. Perjuangan
            itu membuahkan hasil. Adrian berhasil mendapatkan beasiswa
            pascasarjana tahun anggaran berikutnya.


                    Setelah  sekian  lama  menunggu, akhirnya  Daftar  Isian
            Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari Ditjen  Dikdasmen keluar.
            Adrian menghadap Kepala BPG, Arifin, untuk menyampaikan
            dirinyalah  yang memiliki  jatah  pendidikan  pascasarjana  dari
            Ditjen Dikdasmen.


                    “Bapak,  saya  sudah  mendapat  jatah  studi  lanjut  S2.
            Beasiswa itu saya dapat  langsung dari  Ditjen  Dikdasmen ,”
            katanya.

      130
   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147