Page 143 - Drs. Adrianus Howay, MM - Meretas Batas Pendidikan di Tanah Papua
P. 143

“Iya, kah?,” jawab Arifin kaget.

                    Dengan  senang  hati  Arifin  memberikan  rekomendasi
            kepada Adrian untuk mengikuti tes seleksi pascasarjana. Adrian

            lulus tes dan bisa melanjutkan  studi lanjut  di pascasarjana
            Universitas Hasanudin.

                    Perjuangannya  tak putus sampai di situ. Menyiasati

            biaya studi lanjut yang terbilang besar, sementara biaya yang
            dianggarkan  dalam  DIPA tidak  mencukupi,  Adrian mencari
            jalan lain demi menutupi kekurangan biaya S2 nya.


                    Adrian memutuskan mengajukan  proposal bantuan
            pendidikan ke Pemerintah Daerah Provinsi Papua. Kebetulan,
            Pemda  Papua tengah  memprogramkan  kelas  khusus bagi
            mahasiswa pascasarjana  dan sarjana.  Kelas khusus itu

            sepenuhnya dibiayai Pemda.

                    Adrian  mendapatkan  biaya  dari  program  kelas  khusus
            tersebut.  Terbeban dengan itu, ia berusaha mengejar waktu

            wisuda agar bersamaan dengan mahasiswa kelas khusus yang
            dibiayai Pemda.

                    Berbagai  kendala  dihadapi  Adrian saat menempuh

            jenjang S2. Menurutnya, yang terberat ketika memasuki masa
            penyusunan tesis.

                    Dosen pembimbing  tesis  Adrian saat itu dosen terbang,

            dalam artian hanya beberapa saat saja ditempat perkuliahan dan


                                                                           131
   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147   148