Page 5 - modul tinggal Ajeng Cyntia dan Siti Noor Latifah
P. 5

A      ANGKA PENTING

                       1.  Notasi Ilmiah


                              Pada pelajaran fisika pengukuran terbentang dari ukuran suatu partikel yang
                       sangat  kecil,  seperti  massa  elekton  hingga  ukuran  yang  sangat  besar  seperti  pada

                       massa bumi. Dalam notasi ilmiah, hasil pengukuran dinyatakan sebagai berkut:



                                                       ,     … × 10

                       dengan,
                       a : bilangan asli dari 1 sampai dengan 9 atau bilangan penting

                       10 ∶ orde besar

                              Example

                       1)  Massa suatu electron bernilai 0,000 000 000 000 000 000 000 000 000 000 911 kg

                          ditulis  dengan  notasi  ilmiah  menjadi    ,       ×              dengan  9,11  merupakan
                          bilangan penting  dan 10      menunjukkan orde besar.

                       2)  Bumi memiliki massa 6 000 000 000 000 000 000 000 000 kg, jika ditulis dengan

                                                           
                          notasi ilmiah menjadi    ×      .


                       2.  Aturan Angka Penting


                              Angka  penting  merupakan  semua  angka  yang  diperoleh  dari  suatu  hasil
                       pengukuran yang terdiri atas angka eksak dan satu angka terakhir yang ditaksir atau

                       yang diragukan. Perhatikan pada gambar berikut ini:








                       Pada  gambar  di  atas,  ketika  kita  akan  melaporkan  hasil  pengukuran  pada  benda
                       tersebut maka kita melaporakan panjangnya dalam 3 angka penting, yaitu 3,45 cm.

                       Dua angka pertama, yaitu angka 3 dan 4 merupakan angka eksak karena kita dapat
                       membaca  angka  tersebut  pada skala.  Sedangkan,  satu angka  terakhir  yaitu  angka 5

                       menunjukkan  angka  taksiran,  karena  angka  tersebut  tidak  dapat  dibaca  dari  skala

                       melainkan hanya kita yang menaksir angka tersebut.

                              Contohnya  saja ketika  ujung benda  menunjukkan nilai skala  3,4  cm,  maka

                       kita  harus  melaporkan  hasil  pengukuran  tersebut  sebagai  3,40  cm.  Nol  di  sini



                                                                                                         5
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10