Page 46 - Pedoman Keprotokolan
P. 46

BAB I

                                                   PENDAHULUAN


                   A.  Latar Belakang


                               Sebagai  sebuah  lembaga  negara  yang  mewakili  aspirasi  rakyat,
                       parlemen  memiliki  peran  penting  dalam  memberikan  kontribusi  terhadap

                       peningkatan hubungan antar negara dan bangsa. Dewan Perwakilan Rakyat

                       Republik  Indonesia  (DPR  RI)  sebagai  sebuah  lembaga  negara,  memiliki
                       kedudukan dan tanggung jawab yang sama dengan lembaga negara lainnya

                       dalam  melaksanakan  amanat  Undang-Undang  Dasar  Negara  Republik

                       Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), yakni mendukung pelaksanaan ketertiban
                       dunia  yang  berdasarkan  kemerdekaan,  perdamaian  abadi  dan  keadilan

                       sosial. Dalam hal ini DPR dituntut ikut berperan aktif melaksanakan politik luar
                       negeri  yang  bebas  dan  aktif  dengan  melaksanakan  diplomasi  melalui  jalur

                       parlemen (diplomasi parlemen).


                               Diplomasi yang dilaksanakan oleh DPR dilakukan secara bilateral dan

                       multilateral baik di tingkat regional maupun internasional. Di tingkat bilateral,
                       hubungan  persahabatan  dan  kerja  sama  bisa  dilakukan  dengan  saling

                       mengunjungi dan menyelenggarakan pertemuan ataupun menjalin hubungan
                       dengan perwakilan negara terkait. Dalam rangka membina, mengembangkan,

                       dan meningkatkan hubungan persahabatan dan kerja sama dengan Parlemen
                       negara lain, DPR berperan dalam diplomasi dengan melakukan komunikasi

                       langsung  dengan  parlemen  negara  sahabat  maupun  secara  tidak  langsung

                       melalui perwakilan negara terkait.


                               Berdasarkan  Undang-Undang  Nomor  27  Tahun  2009  tentang  MPR,

                       DPR, DPD, dan DPRD, untuk melaksanakan tugas dan wewenangnya, DPR
                       membentuk  alat-alat  kelengkapan  yang  salah  satunya  adalah  Badan

                       Kerjasama Antar-Parlemen (BKSAP). BKSAP bertugas:
                       a.  membina,  mengembangkan,  dan  meningkatkan  hubungan  persahabatan

                          dan  kerja  sama  antara  DPR  dan  parlemen  negara  lain,  baik  secara

                                                                                                         1
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51