Page 47 - Pedoman Keprotokolan
P. 47
bilateral maupun multilateral, termasuk organisasi internasional yang
menghimpun parlemen dan/atau anggota parlemen negara lain;
b. menerima kunjungan delegasi parlemen negara lain yang menjadi tamu
DPR;
c. mengoordinasikan kunjungan kerja alat kelengkapan DPR ke luar negeri;
dan
d. memberikan saran atau usul kepada pimpinan DPR tentang masalah kerja
sama antar parlemen.
Dalam rangka kelancaran tugas, Pimpinan dan Anggota BKSAP membagi
dalam desk, yaitu:
1. Desk Kerja Sama Internasional, yang menangani kegiatan-kegiatan yang
terkait dengan kerjasama internasional termasuk keanggotaan DPR di
berbagai organisasi internasional seperti Inter Parliamentary Union (IPU),
Parliamentary Union of OIC Member Countries (PUIC), dan organisasi
internasional lainnya serta badan-badan dibawah PBB;
2. Desk Kerja Sama Regional, yang mempunyai tugas menangani kegiatan
yang terkait dengan kerjasama regional yang meliputi ASEAN Inter-
Parliamentary Assembly (AIPA), Asian Parliamentary Assembly (APA),
Asia Pacific Parliamentary Forum (APPF) dan organisasi regional lainnya;
dan
3. Desk Kerja Sama Bilateral, yang mempunyai tugas terkait kerjasama
bilateral yang meliputi kegiatan Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB),
penerimaan kunjungan delegasi parlemen negara lain, pengiriman
delegasi muhibah dan alat kelengkapan Dewan lainnya.
Ketua BKSAP menjadi koordinator atas tiga Desk tersebut, sementara tiga
Wakil Ketua BKSAP menjadi Ketua dari masing-masing Desk.
Implikasi dari terjalinnya hubungan antar negara, DPR sering
menerima kunjungan Tamu dari negara-negara sahabat. Tamu yang
berkunjung ke DPR perlu mendapat pengaturan keprotokolan sebagai
penghormatan kepada negaranya sesuai dengan asas timbal balik, norma-
norma, dan/atau kebiasaan dalam tata pergaulan internasional. Dalam rangka
meningkatkan peran diplomasi parlemen dan citra positif DPR di dunia
2