Page 13 - E-Modul Materi Plantae Untuk Kelas X SMA/MA
P. 13
Beberapa ahli mengatakan bahwa struktur tubuh tumbuhan lumut masih berupa talus,
tetapi ada pula yang menganggap lumut telah berkormus (mempunyai akar, batang, dan
daun semu). Lebih tepatnya, lumut merupakan peralihan antara tumbuhan bertalus dengan
tumbuhan berkormus.
B. Ciri-ciri Umum
Adapun ciri-ciri tumbuhan lumut sebagai berikut:
1. Habitatnya ditempat yang lembap (higrofit). Hidup dengan cara melekat (epifit).
2. Struktur tubuhnya masih berupa talus, belum memiliki akar, batang, dan daun sejati.
3. Daun lumut kecil, terdiri atas satu lapis sel, kloroplas berbentuk jala, dan diantaranya
terdapat sel-sel mati yang berfungsi sebagai tempat persediaan air dan cadangan
makanan.
4. Batang lumut hanya mengalami pertumbuhan memanjang dan tidak mengalami
pertumbuhan membesar. Ukuran lumut terbatas akibat tidak adanya sel berdinding
sekunder yang berfungsi sebagai jaringan penyokong.
POIN KUNCI
Lumut merupakan
peralihan antara
tumbuhan bertalus
dengan tumbuhan
“Daun” berkormus
Lumut belum
“Batang” memiliki jaringan
pengangkut
Lumut memiliki rizoid
yang berfungsi
seperti akar
Gambar 4 Struktur tubuh lumut daun
5. Akar berupa rizoid, terdiri dari sederet sel yang memanjang, berfungsi untuk menyerap
air dan mineral.
6. Pada lumut, belum terdapat jaringan pembuluh/pengangkut (xilem dan floem) sehingga
air masuk ke tubuh lumut secara imbibisi. Air yang masuk ke tubuh lumut kemudian
didistribusikan ke bagian-bagian tumbuhan secara difusi, daya kapilaritas, dan aliran
sitoplasma. Sistem pengangkutan air tersebut menyebabkan lumut hidup di tempat
lembap, teduh, atau basah serta tidak pernah berukuran tinggi dan besar.
7. Mengalami metagenesis yaitu pergiliran keturunan antara fase sporofit dan fase
gametofit.
8. Sporofit merupakan keturunan generatif, berupa badan penghasil spora yang disebut
sporogonium. Sporofit ini tumbuh pada gametofit dan memperoleh makanan darinya.
8
E-Modul Materi Plantae