Page 16 - E-Modul Materi Plantae Untuk Kelas X SMA/MA
P. 16
DISKUSI
Mengapa lumut disebut sebagai
tumbuhan peralihan?
Gambar 13 Struktur tubuh Anthocerotophyta
Contoh spesies lumut tanduk antara lain Anthoceros natans, Anthoceros
fusiformis. Pada spesies Anthoceros natans, arkegoniofor dan anteridium melekat pada
talus gametofit.
D. Siklus Pergiliran Keturunan
Lumut mengalami siklus pergiliran keturunan atau metagenesis. Terjadi pergiliran
keturunan antara fase yang menghasilkan sel kelamin atau gamet (fase gametofit) dan fase
yang menghasilkan spora (fase sporofit). Gametofit merupakan bentuk tubuh yang haploid
sedangkan sporofit memiliki kromosom diploid. Fase gametofit dan fase sporofit
berlangsung secara bergiliran. Ketika spora telah matang, maka spora akan dipencarkan dari
kotak spora dan diterbangkan oleh angin. Jika spora jatuh di tempat yang lembab maka spora
akan tumbuh menjadi benang-benang halus berwarna hijau yang disebut protonema.
Selanjutnya protonema tumbuh menjadi tumbuhan lumut. Tumbuhan lumut dewasa akan
menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoid) yang dibentuk dalam struktur khusus yaitu
anteridium, dan sel telur (ovum) yang dibentuk dalam alat kelamin betina yang disebut
arkegonium. Sperma yang dihasilkan oleh anteridium akan berenang atau terbawa percikan
air menuju sel telur (ovum). Sel telur (ovum) yang telah dibuahi oleh sel sperma akan
berkembang menjadi zigot. Zigot yang terbentuk tumbuh menjadi sporogonium, yaitu
tumbuhan baru berupa tangkai dengan kotak spora (sporangium) dan diujungnya
menyerupai kapsul. Bagian tumbuhan baru yang terbentuk dari zigot ini disebut sporofit
yang hidupnya menumpang pada gametofit. Demikian siklus pergiliran keturunan pada
tumbuhan lumut, terjadi pergiliran antara keturunan kawin (generatif) dan keturunan tak
kawin (vegetatif). Fase yang dominan pada siklus reproduksi tumbuhan lumut adalah fase
gametofit yaitu tumbuhan lumut itu sendiri.
11
E-Modul Materi Plantae