Page 18 - E-Modul Materi Plantae Untuk Kelas X SMA/MA
P. 18
E. Peranan Lumut dalam Kehidupan
Adapun peranan lumut antara lain:
1) Sebagai obat hepatitis, contoh: Marchantia polymorpha
2) Sebagai pembalut atau pengganti kapas, contoh: Sphagnum (lumut gambut)
3) Membantu penyerapan air dan menjaga kelembapan tanah, contoh: Sphagnum
F. Rangkuman
Bryophyta (tumbuhan lumut) merupakan kelompok tumbuhan yang hidup di tempat
basah atau di daratan yang lembap
Ciri-ciri umum bryophyta antara lain: a) Hidup dengan cara melekat (epifit), b) Struktur
tubuh berupa talus, c) Daun terdiri atas satu lapis sel, kloroplas berbentuk jala, d) Belum
memiliki jaringan pengangkut (xilem dan floem), e) Akar berupa rhizoid, f) Mengalami
metagenesis dimana fase gametofit lebih dominan dibandingkan fase sporofit
Tumbuhan lumut diklasifikasikan menjadi 3 divisi yaitu Divisi Bryophyta, Divisi
Hepaticophyta, dan Divisi Anthocerotophyta.
Siklus hidup tumbuhan lumut dimulai dari spora matang jatuh di tempat yang lembap
maka spora akan tumbuh menjadi protonema. Protonema tumbuh menjadi tumbuhan
lumut. Tumbuhan lumut dewasa akan menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoid)
yang dibentuk dalam anteridium, dan sel telur (ovum) yang dibentuk dalam arkegonium.
Sperma yang dihasilkan oleh anteridium akan berenang menuju sel telur (ovum). Sel
telur (ovum) yang telah dibuahi oleh sel sperma akan berkembang menjadi zigot. Zigot
yang terbentuk tumbuh menjadi sporogonium. Bagian tumbuhan baru yang terbentuk
dari zigot ini disebut sporofit yang hidupnya menumpang pada gametofit.
Peranan lumut antara lain sebagai obat hepatitis, sebagai bahan pembalut dan pengganti
kapas, membantu penyerapan air, dan lain-lain.
IDENTIFIKASI TUMBUHAN
13
E-Modul Materi Plantae