Page 47 - HANDOUT DIGITAL DIAH NURVITA 2021_Neat
P. 47

sejumlah tak terhingga kemungkinan keadaan (keadaan superposisi) untuk elektron, dan oleh karena
               itu  sejumlah  tak  terhingga  dari  nilai  yang  mungkin  untuk  qubit  yang  merepresentasikan  spin

               elektron dalam hal superposisi  dua keadaan  spin. Ingatlah bahwa hanya ada dua status putaran
               "klasik". Namun superposisi mekanika kuantum dari dua kondisi "klasik" ini memunculkan hingga
               keadaan mekanika kuantum tak terbatas.




                Perbedaan Bit dan Qubit















                                            Gambar 2.17 Perbedaan  (a) Bit dan (b) Qubit


                      Bit merupakan Unit terkecil dari komputasi klasik, yang terdiri dari dua keadaan  yaitu  0
               (yang biasa disebut ‘wrong state’) dan 1 (yang biasa disebut ‘right state’). Sedangkan qubit memiliki

               dua keadaan juga, yaitu 1 dan 0. Sehingga perbedaan dari bit dan qubit adalah kekuatan memproses
               datanya. Jika dalam 4 bit hanya akan dapat menghasilkan satu dari 16 probabilitas, sedangkan dalam
               4 qubit memiliki semua hasil 16 probabilitas sekaligus. (Seperti pada gambar 2.17)


                      Ada juga Tabel 2.1 dan 2.2 yang memberikan gambaran tentang perbedaan antara komputer
               klasik dan komputer kuantum. Tabel  2.1 menyajikan contoh bagaimana tiga bit dapat disatukan

               untuk mewakili angka, dan Tabel 2.2  menunjukkan bagaimana tiga qubit dapat disatukan untuk
               mewakili angka.














                                                     (Sumber: Sanghera, 2011)

                              Tabel 2.1 Tiga Bit dalam Komputer Klasik yang diwakili Angka 0 dan 7

                                                             0 dan 7

                                                                                                            41

                   DIGITAL HANDOUT MATERI MEKANIKA KUANTUM & ATOM HDROGEN
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52