Page 46 - HANDOUT DIGITAL DIAH NURVITA 2021_Neat
P. 46

Prinsip dasar komputer kuantum adalah bahwa sifat kuantum dari partikel dapat digunakan

              untuk  mewakili  data  dan  struktur  data,  serta    mekanika  kuantum  dapat  juga  digunakan  untuk
              melakukan operasi dengan data ini. Dalam hal ini untuk mengembangkan komputer dengan sistem
              kuantum diperlukan suatu logika baru yang sesuai dengan prinsip kuantum.

                      Ide mengenai komputer kuantum ini berasal dari beberapa fisikawan antara lain Charles H.

              Bennett dari IBM, Paul A. Benioff dari Argonne National Laboratory, Illinois, David Deutsch dari
              University of Oxford, dan Richard P. Feynman dari California Institute of Technology (Caltech).
              Pada  awalnya  Feynman  mengemukakan  idenya  mengenai  sistem  kuantum  yang  juga  dapat

              melakukan  proses  penghitungan.  Fenyman  juga  mengemukakan  bahwa  sistem  ini  bisa  menjadi
              simulator bagi percobaan fisika kuantum.

                        Selanjutnya para ilmuwan mulai melakukan riset mengenai sistem kuantum tersebut, mereka

               juga berusaha untuk menemukan logika yang sesuai dengan sistem tersebut. Sampai saat ini telah
               dikemukaan  dua algoritme baru  yang  bisa  digunakan  dalam  sistem  kuantum  yaitu algoritme

               shor dan algoritme grover.

               .   Prinsip Dasar Kerja Komputer Kuamtum


                        Diibaratkan pada percobaan celah ganda yang terdiri dari celah A dan B.  Pertimbangkan
               partikel (misalnya, elektron atau foton) yang dipancarkan oleh sumber, tiba di dua celah A dan B.
               Ada kemungkinan partikel itu akan melewati celah A dan kemungkinan melewati celah B.  Dua

               perilaku partikel  itu bergerak yang mencerminkan dua probabilitas ini ada paralel. Paralelisme inilah
               yang dimanfaatkan dalam komputasi kuantum untuk melakukan perhitungan secara paralel, yang
               menyebabkan meningkatnya kinerja.


                      Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya di komputer klasik menggunakan bit, dan setiap
               bit dapat menampung salah satu dari dua nilai: 1 atau 0. Data dalam komputer kuantum terdiri dari

               qubit, di mana qubit dapat menampung salah satu dari banyak (mungkin tak terbatas) nilai pada saat
               yang sama. Qubit dapat mewakili kuantitas yang dapat diamati yang mungkin memiliki setidaknya
               dua diskrit akhir nilai dan dilestarikan dari waktu ke waktu.


                      Sama halnya seperti fungsi gelombang komposit di transsii radiatif, pada fungsi gelombang
               komposit dua keadaan partikel disimbolkan dengan n dan m sedangkan pada komputer kuantum
               karena  sebuah elektron  memiliki  spin(putaran)  +  ½  (up/atas)  atau  -  ½  (down/bawah),  sehingga

               keadaan elektron pada waktu tertentu merupakan kombinasi (superposisi/transisi) naik atau turun
               dengan  beberapa  probabilitas  yang  melekat  pada  masing-masing  dari  dua  nilai  diskrit  tersebut,

               sehingga persamaannya bisa ditulis seperti persamaan 2.52 dengan mengubah simbol keadaannya,
               sehingga menjadi:


                                                      =            +                                 ….(2.55)

                      Dengan  a*a  adalah  probabilitas  elektron  yang  memiliki  spin  +  1/2  dan  b*b  adalah

               probabilitas bahwa ia memiliki spin - 1/2. Nilai a dan b dalam persamaan.2.55 dapat divariasikan
               dengan cara yang sangat banyak, namun tetap memenuhi persamaan tersebut. Oleh karena itu, ada
               sejumlah tak terhingga kemungkinan keadaan (keadaan superposisi) untuk elektron, dan oleh karena


                                                                                                            40

                   DIGITAL HANDOUT MATERI MEKANIKA KUANTUM & ATOM HDROGEN
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51