Page 158 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 31 OKTOBER 2019
P. 158
Dia berharap pengangguran kaum terdidik tidak terus meningkat. Oleh karena itu,
dia meminta, negara harus hadir dan mencarikan solusi mengatasi kebuntuan
antara kebutuhan pasar kerja dengan peran lembaga pendidikan tinggi.
"Harus ada link and match atau sinergi antara kebutuhan pasar tenga kerja dengan
kampus. Karena jangan sampai dia sekolah sekolah kemudian dia nganggur. Jadi
pemerintah harus segera sadar," tuturnya.
Selain negara harus hadir dalam menyesaikan pengangguran, dia menambahkan,
anak-muda yang menjadi pewaris masa depan bangsa ini memiliki jiwa
enterpeneurship. Hal ini juga sangat penting untuk menciptakan lapangan kerja.
Negara melalui pemerintah harus menfasilitasi mereka, sehingga tercipta lapangan
kerja luas.
"Bagaimana misalnya anak-anak muda bisa berwirausaha. Kendala-kendala apa
yang harus disentuh. Apa kendala agar mereka bisa berwirausaha. Dorongan kita
agar anak muda berwirausaha tapi negara jangan sampai nonton. Saya pikir kita
sebagai aktivis harus mendorong ke sana, negara harus hadir tidak bisa
membiarkan begini terus," tambahnya.
Acara peringatan sumpah Pemuda dan forum seminar bertajuk "Menggelorakan
Sumpah Pemuda Dalam Pembangunan Berkelanjutan" itu dihadiri Wakil Ketua DPR
Sufmi Dasco Ahmad, sebagai key note speaker.
Sementara yang menjadi narasumber adalah Anggota DPR Farah Puteri Nahlia,
Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno dan Ketum PB HMI Saddam Al
Jihad. Dan diskusi publik ini dihadiri ratusan pemuda dan mahasiswa lintas kampus.
Page 157 of 173.

