Page 153 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 31 OKTOBER 2019
P. 153
antara akademisi dengan kebutuhan industri di negara masing-masing.
Oleh karena itu, pihaknya berharap dengan kegiatan Pelatihan Vokasi ini, jumlah
angka penggangguran, khususnya dari lulusan SMK dan perguruan tinggi di Jawa
Barat bisa terus menurun di tahun-tahun mendatang. Serta, mendapatkan
pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi di bidang pendidikan yang digelutinya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Dewi Sartika menyambut
baik, dengan adanya rencana perubahan kurikulum di SMK . Hal ini menjadi sangat
penting, mengingat kebutuhan dunia industri, erat kaitnya dengan teknologi yang
terus berkembang dengan pesat.
"Mobil misalnya, sekarang itu sudah VVTI (Variable Valve Timing Intelligence) tapi di
SMK masih soal karburator. Maka hal ini jelas berbeda dengan yang dibutuhkan
industri. Selain itu, kebutuhan di sektor tenaga pengajar yang paham dengan
teknologi tersebut perlu dilakukan penambahan untuk dapat memberikan
pemahaman pengetahuan bagi para peserta didik," ujarnya di lokasi yang sama.
Dewi mengatakan, berdasarkan hasil rata-rata jumlah penggangguran di Jabar dari
tingkat SMK ini masih tergolong relatif tinggi yaitu, 12,62 persen. Meski demikian,
jumlah tersebut sudah lebih baik di bandingkan capaian di tahun sebelumnya yang
mencapai 13,32 persen.
"Kami telah dan terus melakukan berbagai upaya agar jumlah tersebut terus
berkurang di setiap tahun. Hal ini dibuktikan dengan hasil pendataan yang dilakukan
oleh Disdik Jabar, dimana capaian di tahun 2019 ini berhasil lebih baik dengan rata-
rata jumlah12,62 persen dari total jumlah lulusan SMK per tahun, dibandingkan
tahun sebelumnya (2018) yang mencapai 13,32 persen. Meskipun angkanya turun,
tapi tetap saja harus jadi perhatian bagi kami untuk meningkatkan upaya menekan
angka pengangguran yang ada selama ini," katanya. (Cipta Permana)..
Page 152 of 173.

