Page 63 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 JANUARI 2020
P. 63

Title          MENTERI AIRLANGGA TARGETKAN OMNIBUS LAW RAMPUNG SEBELUM LEBARAN
               Media Name     tempo.co
               Pub. Date      15 Januari 2020
                              https://bisnis.tempo.co/read/1295460/menteri-airlangga-targetkan-omnib us-law-
               Page/URL
                              rampung-sebelum-lebaran
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive













               Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan Omnibus
               Law kelar pada pertengahan tahun ini. Beleid itu direncanakan bisa merevisi 74-79
               Undang-undang dari berbagai sektor.


               "Mudah-mudahan sebelum lebaran sudah selesai," ujar Airlangga di Hotel Raffles,
               Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020. Adapun Lebaran alias Idul Fitri tahun ini
               diperkirakan jatuh pada 23-24 Mei 2020.


               Menurut Airlangga, Omnibus Law itu bakal melingkupi 11 kluster. Di masing-masing
               kluster tersebut akan ada berbagai beleid yang diperbaiki. Adapun sektornya
               mencakup investasi, energi, industri, hingga perdagangan.


               Beleid besar itu, ujar Airlangga, akan dirapatkan bersama Presiden Joko Widodo
               pada hari ini. Dari rapat siang nanti, seluruh draftnya disebut sudah selesai dan
               dilanjutkan dengan pengiriman Surat Presiden ke Dewan Perwakilan Rakyat.

               Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD
               mengatakan draf Omnibus Law tentang Cipta Lapangan Kerja telah rampung.
               Bahkan, menurut dia, rancangan undang-undang itu telah sampai di DPR untuk
               dibahas bersama pemerintah.

               "Omnibus Law yang cipta lapangan kerja sudah rampung drafnya," kata Mahfud MD
               di kantornya, pada Senin, 13 Januari 2020. Mahfud menyebut saat ini pembahasan
               Omnibus Law belum dilaksanakan karena DPR baru selesai reses. Namun dia
               memastikan pembahasan akan segera dilakukan.

               Undang-Undang Omnibus Law tentang Cipta Lapangan Kerja mendapat banyak
               penolakan. Ketua Umum Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang
               dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSP TSK SPSI) Roy Jinto
               mengatakan aturan ini hanyalah kedok pemerintah untuk merevisi Undang-Undang
               Ketenagakerjaan.

               Tidak hanya Undang-Undang Ketenagakerjaan, Roy juga menyebut beleid itu akan
               menyentuh Undang-Undang Pengadilan Penyelesaian Perselisihan Hubungan
               Industrial, dan Undang-Undang Serikat Pekerja/Serikat Buruh. "Bisa dilihat dari



                                                       Page 62 of 110.
   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68