Page 67 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 JANUARI 2020
P. 67

melalui koordinasi dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga
               Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan kementerian terkait agar cepat dipulangkan,"
               katanya.


                Tuti juga menambahkan perusahaan yang memberangkatkan  Neng Oyah  ke  Arab
               Saudi  merupakan PT yang  ilegal  .

                "Itu teh  TKW  ilegal  ketahuan dari agennya yang  ilegal  . Sebab, kami sudah gak
               ada visa ke luar negeri terutama  Arab Saudi  atau Timur Tengah. Tapi, tetap kami
               bantu untuk memulangkannya. Kami mana tahu jika tak ada laporan," ujarnya.


                Anak kedua Neng Oyah dari suami Wahyudin (46), Isna Nurrohmah menungkapkan
               awal mula ibundanya pergi ke Arab Saudi saat itu dirinya masih duduk di bangku
               SMP. Masalah ekonomi menjadi salah satu faktor yang mendorong ibundanya
               memilih bekerja di negeri orang.

                 "Ya sedih (mamah ke  Arab Saudi  ) karena aku gak diajak. Aku ingin mamah
               cepat pulang dan ada di rumah. Sudah jangan mikirin biaya sekolah aku dan adik-
               adik lagi. Aku gak butuh kemewahan, gak butuh uang banyak, cukup mamah bisa di
               sini dan bahagia lagi di sini bersama keluarga," ujar Isna di  Purwakarta  , Rabu
               (15/1/2020).

                Tak hanya untuk menyekolahkan anak-anaknya, Isna juga menyebut alasan lain
               ibundanya pergi ke  Arab Saudi  , karena keluarganya memiliki banyak hutang.

                "Bapak mengizinkan mamah ke  Arab Saudi  dengan catatan mamah tak boleh jadi
               pembantu. Akhirnya mamah kan pertama ke sana bekerja di salon. Mamah nyaman
               saat itu kerja di salon, tapi setelah pulang ke Indonesia dan balik lagi ke sana justru
               diambil oleh teman majikannya dan tak bekerja di salon lagi sehingga mulai ada
               masalah," ujarnya.


                Majikan  Neng Oyah  , lanjut Isna, sebenarnya akan memulangkan  Neng Oyah  ke
               Indonesia seminggu lagi, tetapi tiga orang temannya melarikan diri dan  Neng Oyah
               difitnah menjadi pemicunya.


                "Jadi mamah itu sekarang diawasi polisi di sana. Kalau telponan (komunikasi)
               sering dan lancar-lancar saja komunikasi mah," ujarnya.


                 Isna juga menjelaskan bahwa ibundanya sering mengirimkan uang kepada
               keluarganya yang ada di  Purwakarta  dengan nominal yang berbeda-beda.

                "Ya kirim uang kalau kami sedang butuh saja ada Rp 2 juta, Rp 3 juta, atau Rp 5
               juta. Uang itu biasanya digunakan untuk uang kuliah saya. Jadi sebutuhnya berapa
               baru mengirim," ujar Isna yang juga mahasiswi jurusan IT semester 3, kampus LP3I
               dan seraya menyebut bapaknya saat ini bekerja di Jakarta sebagai pegawai sablon
               di perusahaan konveksi. (*).







                                                       Page 66 of 110.
   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71   72