Page 73 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 JANUARI 2020
P. 73
Saudara sepupu Neng Oyah Aipah, Aab Abdurahman mengatakan Neng Oyah sudah
sekitar lima tahun bekerja di Arab Saudi, dan dua tahun terakhir bekerja di majikan
yang melakukan penganiayaan ini.
"Iya, majikan Teh Oyah yang sekarang ini galak sampai-sampai gajinya dipotong
dan sekarang kabarnya sedang dipanggil oleh kepolisian Arab teh Oyah," ujar Aab
Gaji bulan-bulan kemarin selama tujuh bulan yang diterima Neng Oyah, lanjut Aab,
diambil oleh majikannya.
"Sekarang teh Oyah belum bisa dihubungi. Gaji Oyah dipotong tapi potongannya
lumayan harusnya 1.800 real hanya dibayar 1.000 real," ujarnya.
Pihak keluarga berharap kasus Neng Oyah Aipah ini dapat secepatnya terselesaikan
dan Neng Oyah bisa secepatnya kembali pulang ke Indonesia dengan selamat.
"Masa visa teh Oyah tinggal dua bulan lagi akan habis. Semoga secepatnya kasus ini
beres dan teteh datang dengan selamat," katanya.
Diawasi Polisi Arab Saudi
Putri kedua Neng Oyah, Isna mengatakan sang majikan sebenarnya akan
memulangkan ibunya ke Indonesia seminggu lagi.
Tetapi tiga orang teman ibunya ini malah melarikan diri dan Neng Oyah Difitnah
menjadi pemicunya.
"Jadi mamah itu sekarang diawasi polisi di sana. Kalau teleponan (komunikasi)
sering dan lancar-lancar saja komunikasi mah," ujarnya.
Tak Berani Lapor ke KJRI
Peti mengatakan, Neng Oyah sengaja tak bernani melaporkan kasusnya ke Konsulat
Jenderal Republik Indonesia (KJRI).
Hal itu disebabkan lantaran Neng Oyah takut dengan majikannya.
"Sebab kalau ketahuan Neng Oyah lapor ke konsulat, maka nasibnya pasti akan
sama seperti orang Nepal dan Filipina yang dikurung di kamar tanpa diberi makan
sampai meninggal orang Filipina itu karena dikurung di kamar mandi selama tiga
bulan," ucap Peti.
(TribunJakarta/TribunJabar)
Page 72 of 110.

