Page 21 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 MARET 2020
P. 21
Title FAKTA SOAL BURUH TERKENA CORONA HARUS DIGAJI PENUH
Media Name okezone.com
Pub. Date 22 Maret 2020
https://economy.okezone.com/read/2020/03/21/320/2187047/fakta-soal-bur uh-terkena-
Page/URL
corona-harus-digaji-penuh
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Pemerintah menjamin upah pekerja atau buruh yang kena virus corona dibayar
penuh selama menjalani masa karantina atau isolasi. Hal ini disampaikan dalam
Surat Edaran (SE) Menaker Nomor M/3/HK.04/III/2020 tentang Pelindungan
Pekerja/Buruh danKelangsungan Usaha Dalam Rangka Pencegahan dan
Penanggulangan Covid-19.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, bagi pekerja atau buruh yang
dikategorikan kasus suspek Covid-19 dan dikarantina/diisolasi menurut keterangan
dokter, maka upahnya dibayarkan secara penuh selama menjalani masa
karantina/isolasi.
Oleh sebab itu, Jakarta, Minggu (22/3/2020), berikut fakta-fakta soal hak Buruh jika
terkena Virus Corona:
1. Pekerja dinyatakan ODP Terima Upah Penuh
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, bagi pekerja atau buruh yang
dikategorikan kasus suspek Covid-19 dan dikarantina/diisolasi menurut keterangan
dokter, maka upahnya dibayarkan secara penuh selama menjalani masa
karantina/isolasi.
"Bagi pekerja/buruh yang tidak masuk kerja karena sakit Covid-19 dan dibuktikan
dengan keterangan dokter, maka upahnya dibayarkan sesuai peraturan perundang-
undangan," ujar Ida.
2. Pekerja tidak masuk kerja maksimal 14 hari
Bagi pekerja/buruh yang tidak masuk kerja karena sakit Covid-19 dan dibuktikan
dengan keterangan dokter. Hal ini untuk membuktikan agar upah dapat dibayar
penuh.
3. Gaji Ditentukan Berdasarkan Kesepakatan
Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan membuat kebijakan perlindungan
upah pekerja atau buruh selama merebaknya virus corona atau Covid-19. Namun
besaran upah disepakati antara pengusaha dan pekerja.
Page 20 of 134.

