Page 130 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 130

Menurut Menaker Ida, keharusan ini tak cuma berlaku untuk pekerja dengan sistem perjanjian
              hubungan kerja, melainkan juga untuk pekerja dengan status hubungan kemitraan.
              "Perusahaan memberikan perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Para pekerja
              dan mitra di perusahaan wajib dilindungi dan diikutsertakan dalam jaminan sosial tenaga kerja
              sesuai  peraturan  perundang-undangan  dan  ada  kesepakatan  para  pihak,"  ujar  Menaker  Ida
              dalam acara yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada, Kamis (30/9).

              Imbauan  itu  ia  sampaikan  merespons  banyaknya  permasalahan  yang  dialami  para  mitra,
              khususnya  di  era  berkembang  pesatnya  GIG  ekonomi.  Para  pekerja  Gig  ekonomi,  kata  Ida,
              banyak yang mendapatkan perlakuan tidak setara oleh perusahaan.

              Padahal, menurutnya, posisi antara perusahaan dan mitra ini semestinya setara. Persoalan yang
              kerap  dialami  para  mitra  tersebut  di  antaranya  adalah  skema  pendapatan  yang  tidak  layak,
              beban kerja yang tidak manusiawi, hingga banyaknya hak mitra yang tidak dipenuhi.

              "Secara normatif, kemitraan seharusnya dijalankan dengan memegang prinsip dasar kemitraan,
              posisi yang setara. Kedua pihak saling menguntungkan dan tidak menyebabkan tereksploitasi
              salah satu pihak," tuturnya.

              Ida menjelaskan, beberapa kategori pekerja yang masuk dalam kategori yang posisinya sebagai
              mitra ini di antaranya pekerja platform online, pekerja sementara, pekerja pertunjukan, hingga
              termasuk pekerja jasa berbasis transportasi online.

              Saat ini, menurut Ida, pesatnya perkembangan GIG ekonomi membuat banyak bermunculan
              perusahaan  yang  kemudian  merekrut  tenaga  kerja  dengan  kedok  kemitraan.  Namun  tidak
              memposisikan diri setara dan malah lebih cenderung eksploitasi.

              "Sehingga  kita  menertibkan  hubungan  kerja  yang  mohon  maaf,  tidak  sedikit  yang  berkedok
              hubungan kerja kemitraan," tutur Ida Fauziyah.





































                                                           129
   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134   135