Page 183 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 183
PUSAT KARANTINA PEKERJA MIGRAN DI PERBATASAN MALAYSIA-KALBAR PADAT
Tempat karantina di perbatasan Entikong dan Aruk Kalimantan Barat, hingga saat ini terpantau
cukup padat, Satgas Perbatasan melakukan antisipasi pelonjakan keterisian tempat karantina
dengan memindahkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Pontianak.
Gubernur Kalbar, Sutarmidji, mengatakan usulan tentang pembangunan tempat karantina di
perbatasan sedang dilakukan. Sebelumnya, dalam kunjungan kerja Kemenhub, Budi Karya
Sumadi, berencana akan membangun tempat isolasi di perbatasan, seperti rumah susun.
Sebelumnya, Satgas COVID-19 Kalbar memindahkan karantina pekerja migran asal Malaysia ke
Pontianak, karena kondisi tempat karantina di perbatasan penuh. Namun dengan
dipindahkannya tempat isolasi ke Pontianak, diduga akan rawan terjadinya penularan.
"Ke depan memang harus ada tempat isolasi (khusus untuk pekerja migran dari luar negeri).
Bagaimana pun, pandemi ini kan tak cepat berakhir. (Untuk sementara) Tempat isolasi di
Pontianak. Tapi kan angkut-angkut orang rawan juga. Berarti mau diusulkan. Kemarin Pak
Menhub mengusulkan mau bangun rumah susun (untuk karantina pekerja migran yang pulang
ke Indonesia). Saya sih suka aja," jelas Midji, Kamis, 30 September 2021.
Namun Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson mengatakan Menhub, Budi Karya
Sumadi juga sudah mengizinkan bahwa PMI yang baru masuk ke Indonesia melalui perbatasan
Kalbar, dapat dikarantina di Kota Pontianak karena keterbatasan tempat karantina di perbatasan.
"Terhadap permasalahan PMI yang ada di Entikong dan Aruk itu, kemarin Menhub meminta
supaya mereka dikarantina di perbatasan. Tapi dalam beberapa hari terakhir, sekarang jadi
penuh. Jadi PMI yang dari Malaysia, sekarang ditampung di perbatasan Aruk, dengan kondisi
penampungan yang padat. Untuk itu, Satgas Khusus penanganan COVID-19 perbatasan, di
bawah Panglima Kodam, kembali akan menggeser tempat karantina yang tadinya di Entikong
kita geser ke Pontianak," paparnya.
Selain itu, pihaknya juga terus melakukan penjagaan di jalan tikus, atau pintu tidak resmi
masuknya PMI dari Malaysia. Hal tersebut dilakukan untuk antisipasi masuknya corona varian
MU, Lamda, dan mutasi virus lainnya.
"Jadi sebenarnya kalau masalah antisipasi varian MU dan Lamda, varuan lain kita jaga
perbatasan, yang sulit jaga perbatasan itu pintu-pintu masuk yang tidak resmi, jalan tikus yang
bisa dimanfaatkan masyarakat keluar masuk, ini cenderung tidak terpantau, kita selalu
mengungatkn Puskesmas, Puskesmas ini kan sebenarnya tahu siapa yang keluar masuk, warga
atau keluarganya yang keluar masuk, sedapat mungkin mereka dapat melakukan swab PCR yanf
baru masuk dan melakukan karantina," pungkasnya.
182

