Page 214 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 214

Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI & Jamsos) Kemnaker, Indah
              Anggoro Putri menjelaskan realisasi dan progres program BSU saat ini telah tersalurkan kepada
              6.991.873 pekerja/buruh dengan alokasi anggaran sebesar Rp6,9 triliun.

              "Kami  juga  mendapat  informasi,  kami  harus  melaporkan  BSU.  Alhamdulillah  per  hari  ini
              mengalami progress yang signifikan, dari target 8.783.350 pekerja," katanya.

              Dia  merinci  data  calon  penerima  BSU  yang  diterima  kemenaker  sejumlah  8.508.527  calon
              penerima. Kemudian setelah dilakukan pengecekan dan diverifikasi, ditemukan 758.327 data
              pekerja yang duplikasi bansos atau telah menerima bantuan sosial lain. Data tersebut dianggap
              tidak memenuhi syarat penerima Program BSU.

              "Kami telah melakukan verified data untuk menghindari bansos-bansos lain dan dikeluarkan dari
              data BSU," katanya.

              Sementara,  Kemnaker  akan  memperluas  cakupan  penerima  Program  Bantuan  Subsidi  Upah
              (BSU) secara nasional di 34 Provinsi tersebar di 514 kota/kabupaten.

              Indah  mengatakan,  kebijakan  perluasan  penerima  BSU  ini  diputuskan  lantaran  adanya  sisa
              anggaran dan setelah melakukan koordinasi dengan Komite Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)
              dan Kementerian Keuangan untuk memperluas cakupan penerima Program BSU.

              "Sisa Anggaran BSU tersebut sebesar Rp1.791.477,000 dan akan menyasar 1.791.477 pekerja.
              Anggaran yang ditetapkan dan diberikan Komite PEN untuk Program BSU sebesar Rp8,7 Triliun
              untuk 8.783.350 pekerja terdampak Pandemi COVID-19," kata Indah.













































                                                           213
   209   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219