Page 219 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 219
BTN TINJAU KARAWANG-BEKASI
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Haru Koesmahargyo melakukan
kunjungan kerja ke beberapa daerah di Karawang dan Cikarang, Kabupaten Bekasi. Kunker
dilakukan untuk memastikan program pemerintah terkait kesejahteraan rakyat seperti bantuan
sosial (Bansos) Kementerian Sosial dan bantuan subsidi upah (BSU) Kementerian
Ketenagakerjaan dan KPR FLPP dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tepat
sasaran.
"Saya ingin memastikan berbagai program pemerintah yang diamanahkan kepada Bank BTN
berjalan lancar di lapangan dan penerimanya sesuai dengan data yang ada, ujar Haru, Rabu
(29/9).
Dalam kunjungan kerja tersebut, selain melakukan peninjauan distribusi BSU di PT Hanes Supply
Chain, Haru juga melakukan kunjungan ke rumah tinggal penerima BSU pekerja, kunjungan ke
rumah tinggal debitur KPR FLPP BTN dan kunjungan ke rumah tinggal penerima bansos di
Karawang.
"Saya melihat semua penerima program pemerintah ini sudah tepat sasaran dan sesuai data dari
Kementerian Sosial dan Kementerian Ketenagakerjaan. Untuk rumah dengan pembiayaan
KPRFLPP juga ditempati sesuai dengan nama debitur yang mengajukan, ucapnya.
Haru menegaskan, akan melakukan kunjungan serupa ke berbagai daerah di Indonesia untuk
memastikan amanah yang diberikan pemerintah kepada BTN bisa tersalurkan dengan baik dan
diterima sesuai data yang diberikan Kementerian Sosial dan Kementerian Ketenagakerjaan serta
Kementerian PekerjaanUmum danPerumahan Rakyat.
"Kami berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan kepercayaan kepada BTN
sebagai salah satu penyalur program pemerintah. Amanah ini akan kami jalankan dengan baik
dan kami pantau terus agar tidak terjadi kesalahan penyaluran, katanya.
Dalam kunjungannya, Haru menuturkan, program pemerintah seperti BSU telah tepat sasaran
seperti yang ditinjau di PT Hanes Supply Chain.
"Tadi saya menyaksikan bahwa dana yang diterima ke rekening penerima Bantuan Subsidi Upah
juga masuk utuh tanpa potongan," katanya.
Demikian juga dengan penerima KPR FLPP, Haru yang sempat berbincang dengan Eva Suryani
debitur yang menikmati fasilitas KPR FLPP, meminta agar rumah yangsaat ini menjadi miliknya
untuk ditempati sendiri.
"Seperti kita ketahui bahwa penerima KPR bersubsidiitu adalah rumah pertama dan ditempati.
Dari yang kami kunjungi tadi, kriteria itu terpenuhi, ujar Haru.
Menurut Haru, hingga 10 September 2021 untuk BSU pekerja yang disalurkan melalui Bank BTN
sudah tercapai sekitar 100 persen dan tersalur ke rekening pekerja yang jumlahnya mencapai
430.196 orang dengan nilai mencapai Rp 430 miliar.
Sedangkan untuk bansos Kementerian Sosial yang disalurkan Bank BTN selama 2021 hingga 22
September 2021 penyalurannya juga telah mencapai 100 persen, baik untuk program keluarga
harapan (PKH) maupun program sembako adapun nilainya masing-masing mencapai Rp 682,53
miliar dan Rp 1,16 triliun.
Sementara untuk penyaluran pembiayaan rumah untuk program KPR FLPP hingga 21 September
sudah menembus 93.985 unit dengan nilai mencapai Rp 10,3 triliun. Jumlah tersebut telah
218

