Page 227 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 227

Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI & Jamsos) Kemnaker, Indah
              Anggoro Putri menyatakan kebijakan perluasan penerima BSU ini diputuskan lantaran adanya
              sisa anggaran dan setelah melakukan koordinasi dengan Komite Pemulihan Ekonomi Nasional
              (PEN) dan Kementerian Keuangan untuk memperluas cakupan penerima Program BSU.

              "Sisa  anggaran  BSU  tersebut  sebesar  Rp1.791.477.000.000  dan  akan  menyasar  1.791.477
              pekerja. Anggaran yang ditetapkan dan diberikan Komite PEN untuk Program BSU sebesar Rp8,7
              triliun untuk 8.783.350 pekerja terdampak pandemi Covid-19," ujar Indah Anggoro Putri lewat
              keterangan tertulisnya, Kamis (30/9/2021).

              Indah Anggoro Putri menjelaskan realisasi dan progres program BSU saat ini telah tersalurkan
              kepada 6.991.873 pekerja/buruh dengan alokasi anggaran sebesar Rp6,9 triliun.

              "Kami  juga  mendapat  informasi,  kami  harus  melaporkan  BSU.  Alhamdulillah  per  hari  ini
              mengalami progres yang signifikan dari target 8.783.350 pekerja," terangnya.

              Dirjen Putri merinci sesungguhnya data calon penerima BSU yang diterima Kemnaker sejumlah
              8.508.527 calon penerima. Kemudian setelah dilakukan pengecekan dan diverifikasi, ditemukan
              758.327  data  pekerja  yang  duplikasi  bansos  atau  telah  menerima  bantuan  sosial  lain.  Data
              tersebut dianggap tidak memenuhi syarat penerima Program BSU.

              "Kami telah melakukan verified data untuk menghindari bansos-bansos lain dan dikeluarkan dari
              data BSU," tegas Dirjen Putri.

              Program  BSU  tahun  2021,  sedianya  akan  dirampungkan  dan  tersalurkan  seluruhnya  kepada
              penerima yang memenuhi syarat sesuai Permenaker Nomor 16 Tahun 2021 hingga akhir Oktober
              2021 mendatang. Hal demikian sesuai arahan Ibu Menaker Ida Fauziyah.

              Sekadar  informasi,  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  memastikan  bahwa  dana  bantuan
              pemerintah  berupa  subsidi  gaji/upah  (BSU)  yang  disalurkan  melalui  Bank  Himbara  tidak
              dikenakan potongan apapun, termasuk potongan biaya administrasi.





































                                                           226
   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232