Page 236 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 236

Program  BSU  tahun  2021  sedianya  akan  rampung  dan  tersalurkan  seluruhnya  hingga  akhir
              Oktober 2021.
              Namun  pada  pencairan  BSU  tahun  2021  kepada  penerima  yang  memenuhi  syarat  sesuai
              Permenaker Nomor 16 Tahun 2021, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) hanya menerima
              sebanyak 8.508.527 calon penerima dari target 8.783.350 pekerja.

              Kemudian setelah dilakukan pengecekan dan diverifikasi, ditemukan 758.327 data pekerja yang
              duplikasi bansos.

              Sehingga Kemnaker akan memperluas cakupan penerima Program Bantuan Subsidi Upah ( BSU)
              secara nasional di 34 Provinsi tersebar di 514 kota/kabupaten.

              Menurut Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI & Jamsos) Kemnaker,
              Indah Anggoro Putri, kebijakan perluasan penerima BSU ini, diputuskan lantaran adanya sisa
              anggaran.

              Kemudian setelah melakukan koordinasi dengan Komite Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan
              Kementerian Keuangan untuk memperluas cakupan penerima Program BSU.

              Putri, panggilan Indah Anggoro Putri menjelaskan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan
              Komisi  IX  DPR  RI  di  Komplek  Parlemen  Senayan,  Jakarta  pada  Selasa  28  September  2021
              mengatakan  sisa  anggaran  BSU  sebesar  Rp1.791.477.000.000  dan  akan  menyasar  kepada
              1.791.477 pekerja.
              "Sisa  Anggaran  BSU  tersebut  sebesar  Rp1.791.477.000.000  dan  akan  menyasar  1.791.477
              pekerja,” ucap Putri.

              “Anggaran yang ditetapkan dan diberikan Komite PEN untuk Program BSU sebesar Rp8,7 Triliun
              untuk 8.783.350 pekerja terdampak Pandemi Covid-19," imbuhnya.

              Progress program BSU saat ini telah tersalurkan kepada 6.991.873 pekerja/buruh dengan alokasi
              anggaran sebesar Rp6,9 Triliun.

              “Kami  juga  mendapat  informasi,  kami  harus  melaporkan  BSU.  Alhamdulillah  per  hari  ini
              mengalami progress yang signifikan, dari target 8.783.350 pekerja," lanjut Putri menjelaskan.

              Data calon penerima BSU yang diterima Kemnaker sejumlah 8.508.527 calon penerima, setelah
              dilakukan pengecekan dan diverifikasi ditemukan 758.327 data pekerja yang duplikasi bansos
              atau telah menerima bantuan sosial lain.

              Data tersebut dianggap tidak memenuhi syarat penerima Program BSU.

              “Kami telah melakukan verified data untuk menghindari bansos-bansos lain dan dikeluarkan dari
              data BSU,” tegas Putri.***
















                                                           235
   231   232   233   234   235   236   237   238   239   240   241