Page 276 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 276

menguntungkan  dan  dibutuhkan  untuk  menampung  bonus  demografi  yang  mulai  dirasakan
              Indonesia.
              Sayangnya  di  sisi  lain,  banyak  persoalan  ketenagakerjaan  yang  timbul  sejalan  dengan  kian
              masifnya GIG ekonomi.

              "Pada kenyataannya hubungan kemitraan bisnis berbasis GIG di Indonesia tengah menghadapi
              berbagai dinamika, permasalahan yang hari ini menjadi fokus perhatian," ujar Ida dalam webinar
              yang diselenggarakan Universitas Gadjah Mada, Kamis (30/9).

              Permasalahan  yang  terutama  banyak  terjadi  dari  sisi  ketenagakerjaan,  kata  Ida,  mulai  dari
              sulitnya akses bantuan hukum oleh pekerja. Kemudian lemahnya jaminan keselamatan kerja.

              Belum lagi permasalahan skema pendapatan yang layak, beban kerja tidak manusiawi, hingga
              minimnya edukasi terhadap pengguna jasa.
              "Hubungan  kemitraan  yang  seharusnya  bersifat  fleksibel  dan  bebas,  namun  pada  akhirnya
              terlihat menjadi tidak setara karena kontrol kerja dimonopoli perusahaan platform. Penegakan
              hukum masih lemah dan hak mitra kadang tidak terpenuhi," ujar Ida.

              Lantaran  sistem  kemitraan  membuat  intervensi  minim,  pemerintah  dalam  hal  ini  mengambil
              langkah  dengan  penuh  kehati-hatian.  Sebab  peraturan  yang  ketat  dikhawatirkan  bakal
              menghambat perkembangan platform digital berbasis kemitraan.

              Apalagi  GIG  ekonomi  ini  menjadi  salah  satu  instrumen  untuk  dapat  memanfaatkan  bonus
              demografi,  supaya  terciptanya  lapangan  kerja  yang  produktif.  Atas  dasar  itu,  kata  Ida,
              pemerintah mengkaji lebih dalam pola tersebut supaya bisa lebih setara hubungan kemitraan
              pekerja dan perusahaan.

              "Pemerintah  sedang  merumuskan  langkah  strategis  jangka  panjang  yang  fokus  pada
              peningkatan perlindungan. Khususnya jaminan kesehatan dan kecelakaan kerja karena rata-rata
              pekerjaan ini memiliki risiko tinggi," pungkas Menaker Ida Fauziyah.



































                                                           275
   271   272   273   274   275   276   277   278   279   280   281