Page 170 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 170
Judul Ya Ampun, Pengangguran di RI Bisa Tambah 5,2 Juta Lebih!
Nama Media cnbcindonesia.com
Newstrend Jumlah Pengangguran Akibat Covid19
Halaman/URL https://www.cnbcindonesia.com/news/20200618182028-4-166400/ya-
ampun-pengangguran-di-ri-bisa-tambah-52-juta-lebih
Jurnalis redaksi
Tanggal 2020-06-18 18:36:00
Ukuran 0
Warna Halaman Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korpo
Sentimen positive
Narasumber
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Adanya pandemi Covid-19 berpengaruh
terhadap iklim ketenagakerjaan termasuk bertambahnya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
maupun pengenaan status dirumahkan
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Kami juga mengantisipasi tambahan
pengangguran yang diestimasi mencapai 2,92 hingga 5,23 juta orang. Kita berusaha menekan
angka pengangguran agar tidak tembus 2 digit
positive - Ida Fauziyah (Menaker) Kita ingin dunia usaha terus membaik agar roda kegiatan
ekonomi mampu bergerak yang pada akhirnya menyerap kembali tenaga kerja
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Di masa transisi kenormalan baru, diharapkan
aliran investasi terus tumbuh hingga akhir tahun agar dapat meningkatkan penyerapan tenaga
kerja
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Selaras mitigasi tersebut, Kemnaker juga
telah melakukan langkah strategis mulai dari refocusing anggaran maupun perubahan kebijakan
untuk mempertimbangkan kelangsungan usaha dan perlindungan bagi pekerja
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memaparkan kondisi ketenagakerjaan di Indonesia.
Sebelum merebaknya Covid-19, tingkat pengangguran mengalami tren positif yakni semakin
menurun hingga mencapai 4,9% pada survey BPS Februari 2020 lalu.
YA AMPUN, PENGANGGURAN DI RI BISA TAMBAH 5,2 JUTA LEBIH!
Jakarta, - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memaparkan kondisi ketenagakerjaan di
Indonesia.
Sebelum merebaknya Covid-19, tingkat pengangguran mengalami tren positif yakni semakin
menurun hingga mencapai 4,9% pada survey BPS Februari 2020 lalu.

