Page 165 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 165
Judul RUU Cipta Kerja Dinilai Kembalikan Tujuan Utama Upah Minimum
Pekerja
Nama Media merdeka.com
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://www.merdeka.com/peristiwa/ruu-cipta-kerja-dinilai-
kembalikan-tujuan-utama-upah-minimum-pekerja.html
Jurnalis Raynaldo Ghiffari Lubabah
Tanggal 2020-06-18 19:35:00
Ukuran 0
Warna Halaman Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korpo
Sentimen positive
Narasumber
positive - Hemasari Dharmabumi (Pengamat ketenagakerjaan dari Indonesian Consultant at
Law) Menurut saya ketentuan upah minimum di dalam RUU Cipta Kerja itu akan berdampak
positif untuk beberapa hal
negative - Hemasari Dharmabumi (Pengamat ketenagakerjaan dari Indonesian Consultant at
Law) Jadi apakah ini dampaknya sangat negatif? Tidak, karena Indonesia sekarang ini terdapat
lebih dari 333 jenis upah minimum. Satu provinsi seperti Jawa Barat itu mempunyai 28 jenis
upah minimum karena kabupaten/kota masing-masing punya upah minimum dengan nilai yang
berbeda dan ini membingungkan
negative - Hemasari Dharmabumi (Pengamat ketenagakerjaan dari Indonesian Consultant at
Law) Kalau sekarang kan bukan safety net. Upah minimum mengejar kesejahteraan sehingga
karena upah minimum itu saking tingginya maka kemudian para pekerja dan yang sudah bekerja
puluhan tahun pun dapatnya upah minimum itu
neutral - Hemasari Dharmabumi (Pengamat ketenagakerjaan dari Indonesian Consultant at Law)
Padahal ketentuan upah minimum seharusnya diterapkan menjadi safety net
positive - Hemasari Dharmabumi (Pengamat ketenagakerjaan dari Indonesian Consultant at
Law) Nah pertanyaannya bagaimana cara menetapkannya upah yang diatas upah minimum itu?
UU mengatakan dirundingkan antara buruh dan perusahaan. Buruh itu bisa langsung, bisa lewat
perwakilan atau bisa lewat serikat pekerja. Jadi fungsi perundingan itu yang nomor satu nanti
negative - Haiyani Rumondang (None) Jadi upah minimum itu tidak dihilangkan, tapi ada upah
provinsi
Ringkasan
DPR akan menjadikan RUU Cipta Lapangan Kerja sebagai salah satu fokus kerja padamasa
persidangan IV. Salah satu poin yang menjadi kontroversi adalah soal upah pekerja atau buruh.
Pengamat ketenagakerjaan dari Indonesian Consultant at Law (IClaw), Hemasari Dharmabumi
menyatakan RUU Cipta Kerja sebenarnya bisa dampak positif bagi buruh. Dia mengatakan

