Page 180 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 180

Meski terjadi pro dan kontra seputar kedatangan tenaga kerja asing (TKA) dari China, Menteri
              Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan jika TKA
              China akan tetap masuk ke Indonesia.

              Ia menegaskan jika keberadaan TKA China itu dibutuhkan di Indonesia.

              Ia  pun  mencoba  meluruskan  sejumlah  informasi  yang  tengah  ramai  diperbincangkan
              belakangan ini tersebut.

              "Mereka berencana minta (TKA Tiongkok). Saya baru dengar ini dari media malah, nanti Juni
              atau Juli lah. Mereka sudah minta izin, tetapi kan izin tidak bisa hanya sehari jadi," kata Luhut
              dalam acara bincang dengan RRI di Jakarta, Minggu (10/5/2020).

              Keberadaan  tenaga  kerja  impor  ini  guna  mendukung  proyek  industri  litium  baterai  sebagai
              bahan baku mobil listrik.

              "Kita harus akui belum siap menjalankan proyek ini sendirian karena teknologi yang digunakan
              berasal  dari  sana."    "Tetapi  orang  kita  tetap  mendominasi  90-92  persen  lah,  karena  masih
              banyak  di  daerah  lain  yang  pendidikan  kurang  bagus.  Tetapi  tiga  tahun  terakhir  sudah
              diperbaiki," terangnya.

              "Jadi  jangan  sebar  berita  bohong,  kita  buat  lapangan  pekerjaan.  Tapi  kita  perlu  bikin  dulu
              induknya, baru nanti seluruh pekerjanya orang kita," urainya.

              Sebelumnya,  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  memutuskan  menunda  rencana
              kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) Tiongkok ke Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultera).

              Kedatangan para TKA tersebut ditunda hingga kondisi kembali normal dari Covid-19.

              Pernyataan pihak perusahaan soal penundaan kedatangan TKA China  Manajemen PT Virtue
              Dragon  Nickel  Industry  (VDNI)  dan  PT  Obsidian  Stainless  Steel  (OSS)  angkat  bicara  terkait
              penolakan kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang akan bekerja di Kawasan
              Industri Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara ( Sultra).

              External Affairs Manager PT VDNI Indrayanto mengatakan, alasan kedatangan 500 TKA China
              ke Sultra bertujuan untuk mengerjakan 33 tungku smelter milik PT OSS.

              Pengerjaan tungku smelter ini diklaim bakal menyerap lebih dari 3.000 pekerja lokal.

              Dilansir  oleh  Kompas.com,  500  TKA  China  tersebut  merupakan  tenaga  teknis  yang  bekerja
              secara temporer secara bergantian, bukan untuk waktu yang lama.

              Mereka  adalah  tenaga  ahli  untuk  memasang  alat  pada  tungku  smelter,  untuk  produksi  dan
              mempertahankan operasional di lapangan.

              Saat ini sebagian pembangunan terpaksa diberhentikan sementara karena kurangnya tenaga
              ahli.

              "Setelah mereka melakukan pemasangan, mereka akan kembali lagi ke Tiongkok. Paling lama
              itu tiga bulan, maksimal enam bulan, tenaga ahli itu paling lama bekerja 6 bulan, jika bisa lebih
              cepat  lagi  misal  3  bulan  selesai,  mereka  langsung  pulang,"  kata  Indrayanto  keterangan
              tertulisnya kepada Kompas.com, Senin (11/5/2020).

              "Namun dengan pertimbangan terbitnya Permenhub Nomor 25 tahun 2020 serta permintaan
              dari instansi terkait untuk menunda rencana tersebut, maka pada 24 April 2020, perusahaan
              memutuskan untuk menunda kedatangan TKA tersebut," tegasnya.
   175   176   177   178   179   180   181   182   183   184   185