Page 194 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 194

"Kami akan memberikan tambahan bantuan apabila masih ada pekerja/buruh lain yang masih
              memerlukan  bantuan,  baik  sembako  maupun  uang  tunai.  Pasalnya  bantuan  sosial  tersebut,
              sesuai dengan arahan dari Presiden, bahwa bantuan sosial akan terus dilanjutkan hingga bulan
              Desember  2020,  yang  semula  Rp  600.000  menjadi  Rp  300.000  per  kepala  keluarga,"  ujar
              Mensos.



              BLT DAN BANSOS AKAN DIPERPANJANG

              Pemerintah akan memperpanjang bantuan langsung tunai (BLT) dan bantuan sosial (bansos)
              berupa sembako kepada masyarakat miskin yang berdampak corona hingga Desember 2020.
              Namun, dana BLT yang disalurkan semula Rp 600.000 akan menjadi Rp 300.000 per kepala
              keluarga. Demikian disampaikan Menteri Sosial, Juliari P Batubara saat menghadiri penyerahan
              Bantuan Sosial Presiden RI Kepada Serikat Pekerja/ Serikat Buruh Yang Terdampak Covid-19 di
              Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu (17/6/2020).

              "Kami akan memberikan tambahan bantuan apabila masih ada pekerja/buruh lain yang masih
              memerlukan  bantuan,  baik  sembako  maupun  uang  tunai.  Pasalnya  bantuan  sosial  tersebut,
              sesuai dengan arahan dari Presiden, bahwa bantuan sosial akan terus dilanjutkan hingga bulan
              Desember  2020,  yang  semula  Rp  600.000  menjadi  Rp  300.000  per  kepala  keluarga,"  ujar
              Mensos.
              Kemensos bekerja sama dengan Menteri Ketenagakerjaan perihal bantuan sembako dan BLT.
              Kolaborasi  ini  diharapkan  bisa  mewujudkan  bansos  yang  tersalur  tepat  sasaran  dan
              dimanfaatkan dengan baik oleh pekerja/ buruh yang terdampak Covid-19.

              "Kami yakin Kementerian Ketenagakerjaan salah satu kementerian yang paling repot pada saat
              pandemi  Covid-19,  kami  sangat  paham,  karena  kalau  bantuan  yang  disalurkan  melalui
              Kementerian Ketenagakerjaan bantuan ini tidak akan salah sasaran," ujar Mensos Juliari.

              Juliari  mengaku  selalu  siap  jika  Kementerian  Ketenagakerjaan  membutuhkan  bantuan,  dan
              apabila masih ada data pekerja/ buruh yang masih memerlukan bantuan sosial. "Jadi kami di
              sini menyatakan kalau nanti masih memungkinkan tambahan bantuan karena rencananya sesuai
              dengan persetujuan bapak presiden pemberian bantuan sosial  tunai maupun sembako akan
              dilanjutkan sampai bulan Desember," tutur dia.
              Oleh  karena  itu,  pihaknya  membuka  ruang,  apabila  ada data-data  penerima  yang dianggap
              layak menerima bantuan sosial, pihaknya siap untuk membantu. "Nanti sesuai dengan laporan
              Dirjen, kerja sama eselon 1 dan kita bisa kembali menyalurkan bantuan melalui Kementerian
              Ketenagakerjaan, semoga bantuan dari presiden ini bermanfaat," ujarnya.
              Sebanyak 23.000 paket diberikan kepada korban PHK dan telah dirumahkan yang berada di
              wilayah  Jabodetabekdan  berdasarkan  data  yang  sudah  diverifikasi  oleh  Kementerian
              Ketenagakerjaan (Kemnaker).

              Menaker Ida Fauziyah mengatakan komitmen besar pemerintah untuk memberikan perhatian
              dan  prioritas  untuk  menjaga  pemenuhan  kebutuhan  pokok  dan  meningkatkan  daya  beli
              masyarakat.

              "Prinsipnya  pemerintah  mengerti  sekali  apa  yang  menjadi  beban  teman-teman  pekerja  dan
              buruh. Mudah-mudahan apa yang pemerintah lakukan sedikit bisa meringankan beban," kata
              Menaker Ida.

              Sebelumnya,  data  Kemnaker  yang  sudah  terverifikasi  per  27  Mei  2020  mencatat  1.058.284
              pekerja sektor formal yang dirumahkan dan yang terkena PHK 380.221. Sementara itu jumlah
   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199