Page 189 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 189

Ringkasan

              Kasus dugaan perbudakan modern yang terjadi di kapal ikan berbendera China terhadap anak
              buah kapal (ABK) asal Indonesia menjadi perhatian. Otoritas China telah membentuk satgas
              antar-departemen untuk menginvestigasi kasus pelarungan jenazah, pembayaran gaji, kondisi
              di atas kapal dan isu-isu lainnya yang menimpa ABK Indonesia.

              Untuk menyampaikan keprihatinan terhadap berbagai kasus yang menimpa ABK WNI di kapal
              ikan  tersebut,  Direktur  Perlindungan  Warga  Negara  Indonesia  dan  Badan  Hukum  Indonesia
              Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan, pihaknya melalui KBRI di Beijing telah
              berkomunikasi melalui jalur diplomatik. Pihak otoritas China, saat ini telah melakukan langkah
              lebih lanjut terkait hal ini.



              CHINA BENTUK SATGAS INVESITIGASI KASUS PELARUNGAN ABK WNI,
              INDONESIA SIAP KERJASAMA

              Kasus dugaan perbudakan modern yang terjadi di kapal ikan berbendera China terhadap anak
              buah kapal (ABK) asal Indonesia menjadi perhatian. Otoritas China telah membentuk satgas
              antar-departemen untuk menginvestigasi kasus pelarungan jenazah, pembayaran gaji, kondisi
              di atas kapal dan isu-isu lainnya yang menimpa ABK Indonesia.

              Untuk menyampaikan keprihatinan terhadap berbagai kasus yang menimpa ABK WNI di kapal
              ikan  tersebut,  Direktur  Perlindungan  Warga  Negara  Indonesia  dan  Badan  Hukum  Indonesia
              Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan, pihaknya melalui KBRI di Beijing telah
              berkomunikasi melalui jalur diplomatik. Pihak otoritas China, saat ini telah melakukan langkah
              lebih lanjut terkait hal ini.

              China  telah  membentuk  satgas  antar-departemen  untuk  melakukan  investigasi  yang
              komprehensif, menurut Judha. Investigasi itupun dilakukan berdasarkan fakta-fakta yang terjadi
              di lapangan sehubungan dengan pelarungan jenazah, pembayaran gaji, kondisi di atas kapal
              dan isu-isu lainnya.

              Jika memerlukan kerjasama investigasi dengan pihak China, Kementerian Luar Negeri Indonesia
              juga siap menfasilitasi kepolisian Indonesia. "Menindaklanjuti ini Kementerian Luar Negeri siap
              bekerjasama membantu menfasilitasi kepolisian Republik Indonesia jika memerlukan kerjasama
              investigasi dengan pihak RRT melalui mekanisme Mutual Legal Asisstance," kata Judha.

              Sejak beredarnya video pelarungan jenazah ABK di Kapal Long Xing 629, masalah yang dialami
              para ABK WNI di kapal ikan asing itu diketahui mulai terkuak.

              Jumlah ABK yang meninggal dan jenazahnya dilarung ke laut dari kapal tersebut adalah tiga
              orang, dan satu ABK WNI lainnya meninggal di rumah sakit di Busan, Korea Selatan, karena
              sakit.

              Diketahui  bahwa  para  ABK  WNI  tersebut  kerap  mendapatkan  perlakuan  tidak  manusiawi
              termasuk tindak kekerasan, berdasarkan keterangan sejumlah ABK yang bekerja di kapal itu
              dan  berhasil  dipulangkan  oleh  Pemerintah  Indonesia.  Perlakuan  buruk  itupun  termasuk  jam
              kerja yang tidak manusiawi, dan sebagian besar belum mendapatkan gaji, demikian seperti
              dikutip dari VOA Indonesia, Kamis (18/6/2020).

              Kerumitan di Sektor Kelautan

              Baru-baru ini, juga muncul laporan mengenai dua ABK Indonesia yang melompat ketika kapal
              Lu Qian Yuan Yu 901, tempat mereka bekerja melintas di sekitar Selat Malaka.
   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193   194