Page 187 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 187
menjadi bansos . Meski demikian, hal tersebut harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak
menimbulkan gejolak.
"Namun demikian, Pemerintah menyadari bahwa transformasi ini harus dilakukan secara
berhati-hati dan bertahap untuk menghindari adanya gejolak sosial dan memastikan transisi
yang lebih mulus," ujar Sri Mulyani dalam rapat paripurna di DPR, Jakarta, Kamis (18/6/2020).
Sri Mulyani mengatakan, transformasi belanja subsidi menjadi bansos merupakan salah satu
upaya yang bisa ditempuh dalam meningkatkan efektivitas dan ketepatan sasaran penerimanya.
Upaya tersebut agar subsidi tidak disalahgunakan.
"Pemerintah menyadari bahwa mekanisme penyaluran subsidi yang diberikan dalam bentuk
komoditas atau subsidi selisih harga rentan untuk salah sasaran karena sifatnya yang bisa dibeli
atau dikonsumsi oleh semua orang," jelasnya.
Salah satu program pengubahan subsidi menjadi bansos yang sudah terealisasi adalah
diubahnya subsidi raskin menjadi bantuan pangan. Oleh karena itu, Pemerintah berencana
melanjutkan reformasi ini melalui transformasi subsidi lainnya menjadi bansos .
Merdeka.com Menteri Sosial Juliari P Batubara mengatakan bahwa bantuan sosial (bansos) dari
Pemerintah terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan sembako akan lanjutkan sampai
Desember 2020, namun yang semula BLT Rp 600 ribu menjadi Rp 300 ribu per kepala keluarga.
"Kami akan memberikan tambahan bantuan apabila masih ada pekerja/buruh lain yang masih
memerlukan bantuan, baik sembako maupun uang tunai. Pasalnya bantuan sosial tersebut,
sesuai dengan arahan dari Presiden, bahwa bantuan sosial akan terus dilanjutkan hingga bulan
Desember 2020, yang semula Rp600 menjadi Rp 300 per kepala keluarga," kata Juliari saat
menghadiri penyerahan Bantuan Sosial Presiden RI Kepada Serikat Pekerja/Serikat Buruh Yang
Terdampak Covid-19, di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu (17/6/2020).
Ia pun merasa bangga sebagai Menteri Sosial bisa bekerjasama an berkolaborasi dengan
berbagai Kementerian, salah satunya dengan Kementerian Ketenagakerjaan.
Perihal bantuan sembako yang diberikan Presiden melalui Kementerian Ketenagakerjaan,
diharapkan bisa tepat sasaran dan dimanfaatkan dengan baik oleh pekerja/buruh yang
terdampak covid-19.
"Kami yakin Kementerian Ketenagakerjaan salah satu Kementerian yang paling repot pada saat
pandemi covid-19, kami sangat paham, karena kalau bantuan yang disalurkan melalui
Kementerian Ketenagakerjaan bantuan ini tidak akan salah sasaran," ujarnya..

